RADAR SURABAYA – Universitas Terbuka (UT) menggelar Career Fair 2025 yang bertajuk “Kamu Punya Mimpi, Kita Bawa Kesempatannya!”. Acara yang berlangsung selama dua hari, Kamis (7/8) dan Jumat (8/8), bertempat di Aula Lantai 4 dan Classroom Lantai 3 UT Surabaya, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno 559, MERR Rungkut, Surabaya.
Career Fair UT ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa, alumni, dan pencari kerja untuk bisa memilih dan diterima dengan 40 perusahaan terkemuka dari berbagai sektor industri.
Acara ini dibuka secara resmi oleh pimpinan Universitas Terbuka, yang menyampaikan pandangan strategis mengenai peran UT dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global.
Sambutan pembukaan disampaikan oleh: Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT; Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT; Dr. Suparti, M.Pd., selaku Direktur Universitas Terbuka Surabaya; serta Dr. Heriani, S.IP., M.A., selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.
Kehadiran dan arahan para pimpinan ini memperkuat komitmen UT dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dan aplikatif di dunia kerja.
Upaya ini sebagai bentuk dari kami kurikulum yang kami siapkan sebagai kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian lulusan dari Universitas Terbuka (UT) dapat berkompetisi dan dapat diterima di dunia kerja.
Prof. Rahmat menambahkan bahwa UT memiliki keunikan tersendiri dibandingkan perguruan tinggi lainnya. UT sekarang mempunyai 672.000 mahasiswa dan 87 persen dari mereka sudah bekerja.
"Jadi mereka masuk ke UT untuk meningkatkan karir dan untuk meningkatkan kompetensi. Yang 13 persen yang belum bekerja atau fresh graduate," jelasnya.
Direktur Universitas Terbuka Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd., berharap agar Career Fair ini dapat membantu lulusan UT memperoleh dan meningkatkan pekerjaan.
"Harapannya dengan jobfair ini lulusan UT tidak ada keluhan bahwa tidak memperoleh pekerjaan," tegas Dr. Suparti.
Bahkan dalam Career fair mahasiswa UT juga ada yang memiliki usaha (UMKM) dimotivasi untuk mengikuti Career Fair agar usahanya bisa berkembang.
Career Fair 2025 UT dibagi menjadi empat sesi selama dua hari pelaksanaan. Pada Kamis (7/8), sesi 1 diikuti oleh 472 peserta dan sesi 2 diikuti oleh 268 peserta. Sementara itu, pada hari Jumat (8/8), sesi 3 diikuti oleh 223 peserta dan sesi 4 diikuti oleh 153 peserta. Total, sebanyak 1.117 peserta hadir dalam acara ini.
"Melihat animo dari pencari pekerjaan luar biasa. Selama ini banyak PHK. Dengan adanya career/job fair diharapkan membantu masyarakat dalam hal pencarian pekerjaan," ujarnya.
Selain ajang rekrutmen, Career Fair 2025 UT juga menyuguhkan empat seminar karier yang membahas topik-topik inspiratif dan aplikatif, seperti tips lolos seleksi HRD, strategi membangun personal branding, serta peluang karier internasional.
Delapan perusahaan terpilih juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan profil bisnis, budaya kerja, dan posisi strategis yang mereka tawarkan melalui sesi presentasi perusahaan.
Career Fair 2025 Universitas Terbuka merupakan perwujudan nyata komitmen UT dalam menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja.
Melalui ajang ini, UT ingin memastikan bahwa mahasiswa dan alumninya memiliki akses yang luas terhadap berbagai peluang karier, sekaligus menghadirkan ruang temu yang produktif antara talenta muda dengan dunia industri yang terus berkembang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengapresiasi kolaborasi antara UT dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengurangi angka pengangguran.
"Ini merupakan kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kota dan institusi pendidikan. Tentu nantinya semua dunia pendidikan diharapkan mengadakan acara Career Fair untuk mengurangi pengangguran terbuka," ujar Hebi.
Hebi juga mengakui keistimewaan UT bahwa kuliah UT fleksibel, bisa siapapun dan kapanpun bisa kuliah di UT.
"Ternyata biayanya murah sekali dari yang lain. Nah, ini bisa mendorong warga Surabaya yang ingin kuliah tentu sejalan dengan visi Pemkot Surabaya untuk meningkatkan IPM satu keluarga satu sarjana bisa terwujud," katanya.
Hebi menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menekan angka pengangguran di Surabaya. Ia menyebut pengangguran terbuka tahun lalu 4,91.
"Kalau tahun ini kami masih hitung berapa yang melanjutkan kuliah berapa yang bekerja dan berapa yang pelatihan dan kita tentunya menyiapkan itu. Dan kita koordinasikan dengan BLK lainnya untuk menampung yang tidak meneruskan dengan diadakan pelatihan kerja," pungkasnya. (rmt/vga)
BERSAMA: Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis Universitas Terbuka bersama Dr. Suparti, M.Pd., selaku Direktur Universitas Terbuka Surabaya berfoto di depan booth pameran mahasiswa UT di Career Fair 2025, Kamis (7/8).
Editor : Vega Dwi Arista