RADAR SURABAYA – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kembali mendapatkan apresiasi. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, diganjar penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif dalam peningkatan layanan inklusi bagi ABK dalam ajang Radar Surabaya Award (RSA) 2025, yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (31/7/2025).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Jawa Pos Group, Leak Kustiya, kepada Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, di hadapan tamu kehormatan seperti Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Nezar Patria, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, serta jajaran Forkopimda Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Gresik dr Asluchul Alif didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S Hariyanto dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Johar Gunawan.
Acara ini bukan sekadar seremoni, RSA hadir sebagai bentuk penghargaan kepada para pemimpin, tokoh inspiratif, pelaku usaha, instansi, dan organisasi yang berkontribusi nyata dalam membangun Jawa Timur, khususnya Surabaya Raya, lewat berbagai sektor kehidupan dari pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik.
“Penghargaan ini adalah wujud apresiasi kami kepada para stake holderyang telah berperan aktif dalam membangun masyarakat di bidangnya masing-masing. Penilaian kami berdasarkan riset internal yang mendalam dan catatan-catatan lapangan dari para jurnalis kami,” ujar Lilik Widyantoro, Direktur PT Radar Media Surabaya
Wabup Gresik dr Asluchul Alif mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti nyata dari inovasi pelayanan publik di Gresik, terutama dalam bidang pendidikan inklusif.
“Penghargaan yang diterima Bupati Gresik dalam Radar Surabaya Award 2025 menjadi penanda bahwa langkah ini tidak hanya progresif, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia,” kata dr Alif.
Dengan berbagai program terobosan seperti layanan antar jemput, pelatihan GPK, dan kolaborasi global, Gresik berhasil memantapkan diri sebagai kabupaten percontohan dalam pelayanan inklusif untuk ABK. Melalui UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT LP ABK) Dinas Pendidikan Gresik, pemerintah daerah meluncurkan program layanan antar jemput gratis bagi ABK. Tiga armada mobil bantuan CSR dari Bank Jatim Cabang Gresik kini siap melayani wilayah Gresik Kota, Utara, dan Selatan.
"Layanan ini dirancang untuk mempermudah akses asesmen, terapi, layanan psikologi, dan pendidikan bagi ABK. Ini adalah bagian dari komitmen kami sesuai amanat UU Nomor 8 Tahun 2016 dan Perbup Nomor 42 Tahun 2013," tambah dr Alif.
Penguatan Gresik layak menyandang kabupaten yang peduli ABK yakni dengan penyerahan SK kepada 129 Guru Pembimbing Khusus (GPK) yang telah menjalani pelatihan intensif. GPK bertugas menyusun Program Pembelajaran Individu (PPI), mendampingi proses belajar, hingga menjalin komunikasi dengan orang tua ABK.
Berdasarkan data LADIKA, terdapat 454 ABK dari jenjang PAUD hingga SMP yang telah menerima layanan intervensi. Setiap ABK akan mengikuti program intensif selama 3 bulan di UPT, kemudian kembali ke sekolah asal untuk pendampingan lanjutan oleh GPK.
Upaya meningkatkan kualitas layanan ABK juga dilakukan melalui kolaborasi internasional. Pemkab Gresik menggandeng Universitas Melbourne, Australia, untuk penguatan kapasitas pendidik dan pengembangan program berbasis riset.
Asluchul berharap kolaborasi tersebut ditargetkan membawa dampak besar pada tahun 2026. Ia berharap peran orang tua dan gizi anak, serta bahaya penggunaan gadget berlebihan terhadap perkembangan anak.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Radar Surabaya telah menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam menjaga kualitas opini publik.
“Radar Surabaya bukan hanya hadir lewat pemberitaan, tapi juga menjadi strategic partner dalam membentuk literasi yang kritis dan menyuarakan kepentingan masyarakat Surabaya Raya. Ibu Gubernur menyampaikan dukungan dan rasa bangganya atas kiprah Radar Surabaya selama ini,” ujar Emil.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang turut hadir dalam RSA, menyoroti pentingnya peran media arus utama di era dominasi media sosial.
“Kita sedang berada di masa disrupsi media. Di sinilah pentingnya kehadiran media mainstream yang memiliki disiplin verifikasi dan integritas dalam menyampaikan informasi. Radar Surabaya adalah contoh media yang menjaga standar itu,” tegas Nezar.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah banjir informasi hoaks di media sosial, masyarakat membutuhkan media yang mampu memilah, memverifikasi, dan menyampaikan informasi dengan tanggung jawab. “RSA adalah bukti bahwa Radar Surabaya tidak sekadar eksis, tapi terus relevan dan memberi dampak,” pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek