Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Operasi Patuh Semeru 2025, Angka Kecelakaan Menurun 46 Persen di Jawa Timur 

M. Mahrus • Senin, 28 Juli 2025 | 23:43 WIB
DITEKAN : Operasi Patuh Semeru 2025 selama 14 hari berhasil menekan jumlah kecelakaan. Tercatat angka kecelakaan menurun dibanding 14 hari sebelumnya di Jawa Timur. (IST/RADAR SURABAYA)
DITEKAN : Operasi Patuh Semeru 2025 selama 14 hari berhasil menekan jumlah kecelakaan. Tercatat angka kecelakaan menurun dibanding 14 hari sebelumnya di Jawa Timur. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 angka kecelakaan di Jawa Timur menurun sebanyak 46 persen dibandingkan 14 hari sebelum operasi. 

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Septa Firmansyah mengatakan, pada 14 hari sebelum Operasi Patuh Semeru 2025 terjadi 734 kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia 31 orang, korban luka berat 48 orang, dan korban luka ringan 1.067 orang.

"Untuk angka laka lantas menurun. 14 hari sebelum operasi jumlah kejadian 734 dan selama pelaksanaan operasi ada 397 kejadian. Jadi ada selisih 46 persen penurunan angka kecelakaan," ujarnya, Senin (28/7).

Ditambahkan Septa, selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 terdapat 397 kejadian kecelakaan mengakibatkan 5 korban meninggal dunia, korban luka berat 58 orang, dan korban luka ringan 576 orang.

Sementara untuk pelanggaran, selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, sebanyak 17.149 pelanggar terjaring tilang statis, 25.483 tilang mobile, 83.763 tilang manual, dan teguran 354.600. 

"Tilang manual itu ada peningkatan sebanyak 67 persen yang tadinya 50.024 menjadi 83.763 ada peningkatan penindakan dengan tilang manual. Teguran juga mengalami peningkatan tapi tidak signifikan hanya 21 persen dari 293.953 tahun 2024 dan tahun 2025 meningkat menjadi 354.600," bebernya.

Perwira menengah dengan dua melati di pundaknya ini melanjutkan untuk kendaraan yang mendominasi pelanggaran adalah roda dua atau motor. Untuk jenis pelanggaranya tidak menggunakan helm, berkendara melawan arus, dan pengendara di bawah umur. 

"Kita selain melakukan penegakan hukum tentu kita melakukan kegiatan preventif, preemtif guna mencegah kejadian pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Dengan menurunya angka kecelakaan ini tentu kita menekankan penegakan hukum jadi mengurangi angka pelanggaran. Angka pelanggaran banyak kita tekan alhamdulillah angka kecelakaan menurun," tegasnya. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#turun #operasi patuh semeru 2025 #Polda Jatim #14 Hari #Berita Kecelakaan Hari Ini #penertiban #Berita Jawa Timur #angka #kecelakaan #polisi #Jawa Timur #berita surabaya hari ini #Penindakan #jatim #Ditlantas Polda Jatim #menurun #Ditlantas