RADAR SURABAYA - Bendahara DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur Fauzan Fuadi menyatakan PKB Jatim tidak akan terjebak dalam euforia atau kegelisahan berdasarkan angka-angka survei. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah menjaga ritme kerja politik dan pelayanan publik yang konsisten, dari struktur DPW hingga DPC dan ranting.
“Kami percaya, kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata, bukan hanya pencitraan atau hasil survei,” katanya, Minggu (27/7).
Fauzan mengingatkan, perjalanan politik masih panjang. Karena itu, tidak ada alasan untuk tergesa-gesa atau terjebak dalam permainan angka.
"Ini kan lari maraton. Wong pemilu yang akan datang masih lama kan? Jadi pandai-pandailah kita atur napas," tuturnya.
Lebih lanjut, Fauzan menegaskan bahwa PKB akan terus memperkuat basis dan mengonsolidasikan struktur hingga ke akar rumput, tanpa terjebak dalam gimmick politik sesaat.
“Kami percaya, kerja-kerja struktural dan kultural yang konsisten akan jauh lebih menentukan daripada angka di survei yang fluktuatif,” tegasnya.
Fauzan mengaku DPW PKB Jawa Timur menanggapi dengan santai hasil survei terbaru yang dirilis oleh The Republic Institute. Dalam survei tersebut, elektabilitas PKB tercatat berada di angka 16,5 persen, mengungguli PDI Perjuangan (14,6 persen), namun masih berada di bawah Partai Gerindra yang menempati posisi teratas dengan 17,7 persen.
Fauzan menyatakan bahwa pihaknya tidak terlalu reaktif terhadap hasil survei. Ia menilai dinamika politik pasca pemilu masih sangat cair dan belum bisa dijadikan ukuran final.
"Kami tetap fokus bekerja nyata di tengah masyarakat. Survei itu hanya potret sesaat, bukan penentu kemenangan," pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek