Mojokerto - Tim Relawan Tanjakan Sendi yang selama ini dikenal aktif membantu pengendara di jalur ekstrem Pacet, Mojokerto, resmi mengumumkan penghentian kegiatan mereka. Dalam unggahan perpisahan yang diunggah ke media sosial, relawan menyampaikan bahwa mereka akan mengakhiri tugas pada Minggu mendatang setelah lebih dari satu tahun beroperasi tanpa sokongan dana operasional yang memadai.
Tiga sosok di balik kegiatan in Mas Iwan, Mas Leo dan Mas Wahyu mengungkapkan bahwa keterbatasan dana menjadi alasan utama mereka harus mundur. Selama ini, operasional tim sepenuhnya bergantung pada pemasukan dari kanal YouTube dan Facebook, yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan jumlah penonton dan interaksi.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan bertahan satu tahun lebih. Tapi karena view di YouTube channel jalanan sepi dan di FB juga sama, tak lagi dapat diandalkan. Maka tak sebanding antara pemasukan dan pengeluaran," tulis mereka dalam pernyataan yang mengundang simpati publik.
Tanjakan Sendi dikenal sebagai salah satu jalur paling menantang di wilayah Mojokerto. Medan curam dan sempit kerap menyulitkan pengemudi, terutama kendaraan besar. Kehadiran para relawan telah menjadi penopang keselamatan, mulai dari memberi panduan hingga membantu kendaraan bermasalah.
Dalam penutup unggahan, tim relawan menyampaikan permohonan maaf dan membuka kemungkinan untuk kembali bertugas di masa mendatang.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya… Insyaallah mungkin lain waktu kita bisa hadir kembali untuk membantu pengendara yang membutuhkan pertolongan."
Pengumuman ini disambut haru oleh warganet, terutama mereka yang pernah dibantu langsung di lokasi. Banyak pengguna media sosial menyampaikan apresiasi, doa, dan dukungan moral atas dedikasi para relawan selama ini. (dta/ris/fir)
Editor : M Firman Syah