RADAR SURABAYA – Program Sekolah Rakyat tahap 1A siap dimulai di Jawa Timur pada Senin, 14 Juli 2025. Sebanyak 1.183 siswa dari keluarga tidak mampu akan mengikuti pendidikan berasrama gratis di 12 lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Dra. Restu Novi Widiani, MM mengatakan, seluruh lokasi sudah menyatakan siap memulai tahun ajaran baru. "Kami bersama seluruh perangkat daerah telah mempersiapkan dengan matang. Para siswa akan mulai masuk asrama dan menjalani orientasi sejak hari pertama," ujarnya, Minggu (13/7).
Jawa Timur menjadi provinsi dengan kesiapan terbanyak secara nasional untuk pelaksanaan program Sekolah Rakyat tahap 1A. Menurut Restu, ini mencerminkan komitmen kuat Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif.
Sebanyak 175 guru, 137 tenaga kependidikan, serta 12 kepala sekolah telah disiapkan untuk mendampingi siswa selama pembelajaran. “Orientasi awal akan mencakup pengenalan lingkungan, fasilitas, pemeriksaan kesehatan, dan juga pertemuan dengan orang tua,” tambahnya.
Tiga lokasi Sekolah Rakyat memanfaatkan aset milik Pemprov, yaitu UPT PPSPA Batu, Balai Diklat BPSDM Malang, dan SMKN Maritim Lamongan. Sementara sembilan lainnya berada di Mojokerto, Banyuwangi, Malang, Pasuruan, Jombang, Kediri, Pacitan, Surabaya, dan Kota Probolinggo.
Seluruh kebutuhan siswa seperti seragam, alat tulis, hingga perlengkapan pribadi disediakan oleh pemerintah. Restu menyebutkan, “Kami memastikan anak-anak ini bisa belajar dan tumbuh tanpa beban biaya, dalam lingkungan yang sehat dan mendukung.”
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak yang membutuhkan. (*)
Editor : Lambertus Hurek