RADAR SURABAYA – Aksi perusakan halte Bus Trans Jatim kembali terjadi. Kejadian ini bikin geram Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim. Politikus Gerindra itu menyayangkan aksi yang terekam kamera CCTV dan telah terjadi berulang di lokasi yang berbeda.
“Ini bukan pertama kalinya. Dulu juga pernah terjadi di Madura. Tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” tegas Halim saat dikonfirmasi, Rabu (9/7).
Komisi D berencana memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim untuk meminta penjelasan. Halim menduga ada masalah sosial yang memicu aksi nekat itu. “Tentu ada latar belakangnya. Kita harus cari tahu dan selesaikan akar masalahnya,” imbuhnya.
Trans Jatim, lanjut Halim, sejauh ini memberi manfaat besar bagi warga. Mulai dari mengurangi kemacetan hingga menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tapi dia menilai, setiap penambahan koridor layanan harus dibarengi dengan sosialisasi yang matang.
“Jangan hanya tambah rute, tapi abaikan stakeholder lain. Pengusaha angkutan juga perlu diajak bicara. Jangan sampai mereka merasa tersingkir dan akhirnya muncul gesekan di lapangan,” paparnya.
Rencananya, DPRD juga akan mengundang para pengusaha angkutan trayek lama untuk duduk bareng membahas solusi. “Harus fair. Semua pihak didengar,” ucapnya.
Sementara itu, manajemen Trans Jatim lewat akun Instagram @officialtransjatim membagikan video perusakan halte yang terjadi di Koridor I. Dalam unggahan itu disebutkan, pelaku adalah pria pengendara motor yang beraksi tiga kali di lokasi berbeda.
Pertama, pada 9 Mei 2025, pelaku melempar batu ke Halte Kemendung 1. Kedua, 18 Juni 2025, kaca pintu Halte Bypass Timur 2 dihantam clurit. Terakhir, pelaku memukul kaca pintu Halte Trosobo Pos 2 dengan linggis.
Warganet yang mengenali pelaku diimbau segera melapor ke Trans Jatim atau aparat penegak hukum terdekat. (*)
Editor : Lambertus Hurek