RADAR SURABAYA – Manajemen Radar Surabaya bersilaturahmi ke Gedung Negara Grahadi pada Rabu (2/7) malam.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro, didampingi Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Vega Dwi Arista, Manajer Event Lainin Nadziroh, Redaktur Guntur Irianto dan Wartawan Mus Purmadani.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung menyambut hangat kehadiran tim Radar Surabaya tersebut. Sebelum audensi, orang nomor satu di Jawa Timur itu juga mengajak makan malam dan ngobrol santai.
Dalam audensi, Lilik mengundang Gubernur Khofifah untuk hadir dalam acara Radar Surabaya Award (RSA) yang akan digelar pada Kamis, 31 Juli 2025 di Hotel Vasa Surabaya.
Pada ajang tersebut, Gubernur Khofifah dijadwalkan akan menerima penghargaan dalam kategori Provinsi yang Sukses dalam Program Transportasi Publik yang Aman, Nyaman, dan Terjangkau (Trans Jatim).
“Saya merasakan sendiri betapa luar biasanya layanan Trans Jatim. Selain tarifnya murah, transportasi ini juga dilengkapi dengan aplikasi canggih yang memungkinkan kita melacak posisi bus secara real-time,” ujar Lilik.
Ia juga menambahkan bahwa Bus Trans Jatim telah dilengkapi dengan CCTV, sehingga menambah aspek keamanan bagi penumpang.
“Saya berharap ke depannya seluruh koridor Trans Jatim bisa terintegrasi di seluruh wilayah Jawa Timur. Dengan demikian, kita bisa turut membantu mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan,” tambahnya.
Lilik juga menyampaikan bahwa RSA 2025 akan dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria. Ia menilai kehadiran Nezar sangat relevan dengan perkembangan pesat dunia digital, mengingat latar belakang Nezar sebagai mantan jurnalis yang memahami dinamika industri media.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang akan diberikan Radar Surabaya. Ia menegaskan bahwa Bus Trans Jatim merupakan gagasan orisinal Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saat itu, kami ingin menghadirkan moda transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, dan terjangkau. Maka lahirlah Trans Jatim. Alhamdulillah, tiap koridornya mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat,” jelas Khofifah.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak sopir Trans Jatim dulunya adalah pengemudi bus dari armada yang sudah tidak layak. “Mereka kami rekrut dan beri pelatihan sesuai SOP. Jadi meskipun tepat waktu, mereka tidak ugal-ugalan di jalan,” ujarnya.
Menurut Khofifah, aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam layanan Trans Jatim. Selain CCTV, masyarakat juga dapat melaporkan gangguan langsung kepada kru bus atau melalui server internal.
“Misalnya, jika ada tindakan mencurigakan seperti pencopetan, penumpang bisa langsung melapor kepada kru atau melalui sistem pelaporan di aplikasi. Kami sangat serius menjaga keamanan pengguna,” tegasnya.
Di akhir pertemuan, Gubernur Khofifah mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan sinergi yang terjalin dengan Radar Surabaya.
“Kami sangat senang bisa bersinergi, bahkan berkolaborasi dengan media seperti Radar Surabaya untuk terus menginspirasi masyarakat,” pungkasnya. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista