Banyuwangi — Musibah kembali menghantam jalur pelayaran antar pulau. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali, Kamis (3/7), dengan membawa 65 orang yang terdiri dari penumpang dan kru.
Informasi awal dihimpun dari Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Ni Putu Cahyani Negara, menyebutkan bahwa kapal mengangkut 53 penumpang dan 22 kendaraan, dengan 12 kru di dalamnya.
"Penumpang ada 53 orang, kendaraan 22 unit, dan kru kapal 12 orang. Total ada 65 orang di atas kapal,” jelas Cahyani.
Sejak laporan diterima, tim SAR dan petugas gabungan langsung diterjunkan ke titik lokasi kejadian. Namun, hingga dua jam setelah penyisiran dilakukan, belum satu pun korban berhasil ditemukan.
"Sudah ada penyisiran sejak dua jam dari laporan masuk. Namun belum ada informasi korban yang berhasil ditemukan,” lanjutnya.
Dugaan awal penyebab tenggelamnya kapal didasarkan pada cuaca buruk dan tinggi gelombang laut yang mencapai 1,7 hingga 2,5 meter, sebagaimana dirilis oleh BMKG pada hari yang sama.
Berdasarkan data sementara, berikut adalah daftar sebagian penumpang berikut asal dan jumlah orang per kendaraan:
1. Bintang (31), Jakarta Pusat – 2 orang
2. Dewa Gede (48), Pasuruan – 1 orang
3. Eko Satriyo (49), Banyuwangi – 1 orang
4. Kadek Oka (40), Banyuwangi – 1 orang
5. Rahmat (40), 1 orang
6. Sinyo (36), Jakarta Pusat – 6 orang
7. Siswanto (30), Jember – 1 orang
8. Siti Indah Maghfirah (36), Lumajang – 2 orang
9. Sofi (51), Banyuwangi – 8 orang
10. Sofian (40), Banyuwangi – 2 orang
11. Nyoman (52), Banyuwangi – 1 orang
12. Sudar (25), Banyuwangi – 1 orang
13. Ahmad, 7 orang
14. Budi (33), 2 orang
15. Cly (26), Banyuwangi – 1 orang
16. Kabul (25), Kab. Pidie – 1 orang
17. Mamad (55), Banyuwangi – 6 orang
18. Mudjiono, Kab. Pidie – 1 orang
19. Putu (40), Tabanan – 1 orang
20. Rehan (33), Banyuwangi – 2 orang
21. Sakur (34), Kab. Bireuen – 2 orang
22. Ruyit, Banyuwangi – 2 orang
Otoritas setempat bersama Basarnas dan tim gabungan masih terus berupaya melakukan penyisiran dan evakuasi. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Editor : M Firman Syah