Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Breaking News : Kapal Penyebrangan Jawa-Bali Tenggelam Usai Dihantam Gelombang Tinggi, Nasib 65 Penumpang Belum Diketahui

Muhammad Firman Syah • Kamis, 3 Juli 2025 | 10:54 WIB

Suasana di kawasan pelabuhan Banyuwangi pasca tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya, Kamis 3 Juni pukul 02:11 WIB.
Suasana di kawasan pelabuhan Banyuwangi pasca tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya, Kamis 3 Juni pukul 02:11 WIB.

Banyuwangi — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, Kamis (03/07) dini hari. Berdasarkan data manifes sementara yang dirilis Basarnas Banyuwangi, kapal tersebut mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 14 unit truk tronton.

Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setyabudi mengungkapkan kapal bertolak dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 22.56 WIB. Insiden tenggelamnya kapal diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.20 WIB, sebelum sempat mencapai Pelabuhan Gilimanuk.

“Untuk sementara jumlah manifes total 65 jiwa, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru,” jelas Wahyu kepada Radar Banyuwangi (Jawapos Grup), Kamis (3/7).

Ia menambahkan, selain membawa puluhan penumpang, kapal juga membawa puluhan kendaraan logistik, didominasi truk-truk besar.

Sementara itu, seorang operator pelayaran, Ferry, menginformasikan bahwa sinyal darurat pertama diterima melalui channel radio 17 pada pukul 00.16 WITA. Dalam komunikasi tersebut, terdengar permintaan tolong dari awak kapal yang melaporkan adanya kebocoran pada mesin kapal.

“Terdengar informasi di channel 17, KMP Tunu Pratama Jaya meminta bantuan karena mengalami kebocoran mesin,” terang Ferry.

Kondisi laut yang tidak bersahabat diduga menjadi salah satu faktor memperparah situasi. Data BMKG menyebutkan, pada saat kejadian gelombang laut di Selat Bali mencapai 2,5 meter. Hal ini mempercepat proses masuknya air ke dalam kapal hingga akhirnya menyebabkan kapal kehilangan stabilitas dan tenggelam.

Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan otoritas pelabuhan dikerahkan menyisir lokasi tenggelamnya kapal yang berada di koordinat -08°09.371', 114°25.1569'.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban selamat maupun korban jiwa. Pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan Basarnas terus memantau perkembangan penyelamatan dan evakuasi.

 

Editor : M Firman Syah
#tenggelam #Tunu Pratama #penyebrangan #kapal motor #selat bali