Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemprov Jatim Surati Kemenhub untuk Segera Realisasikan Penerbangan Umrah di Bandara Dhoho Kediri

Mus Purmadani • Selasa, 1 Juli 2025 | 00:37 WIB

 

Bandara Internasional Dhoho Kediri didorong untuk menjadi bandara penerbangan umrah.
Bandara Internasional Dhoho Kediri didorong untuk menjadi bandara penerbangan umrah.

RADAR SURABAYA - Bandara Internasional Dhoho Kediri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang baru tahun lalu dioperasikan. Namun kondisi fasilitas penerbangan baru tersebut disorot karena sepi serta tidak ada jadwal penerbangan hingga akhir Juli 2025.

Pemprov meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengeluarkan izin penerbangan umrah untuk meramaikan bandara.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif menyebut jika ada sejumlah hal yang menjadi penyebab sepinya bandara.

Salah satunya yakni kurangnya ekosistem pendukung seperti sektor wisata dan industri di sekitar bandara. Itu membuat orang tak bersemangat naik pesawat dari bandara ini.

“Kami minta pemprov tak tinggal diam. Perlu ada upaya untuk meramaikan bandara,” kata Khusnul, Senin (30/6). 

Pemprov, lanjut Khusnul, tidak hanya didorong untuk menghidupkan sektor wisata dan industri di sekitar bandara.

Namun harus menggkoordinasikan daerah-daerah di sekitar Kediri untuk meramaikan bandara.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dishub Jatim Joko Pitoyo mengatakan, jika upaya untuk meramaikan bandara sudah dilakukan.

Pemprov sudah menyurati 14 kabupaten/kota di sekitar Kediri raya untuk mendukung Bandara Kediri. Salah satunya dengan memanfaatkan penerbangan ke Jakarta.

“Sudah disurati. Ini fasilitas nasional yang perlu didukung pengoperasiannya,” kata Joko. 

Dia memastikan langkah Pemprov tak berhenti. Saat ini, Pemprov sedang mendorong Kemenhub untuk segera merealisasi program penerbangan umrah di Bandara Kediri.

"Belum ada hitungannya secara pasti soal jumlah pengguna bandara untuk umrah. Namun mengacu analisis Pemkab Kediri, potensi jamaah umrah yang memakai bandara pertahunnya bisa mencapai 30.000. Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Blitar dan Nganjuk," katanya. 

Joko mengatakan, konektivitas ke bandara juga mendapat perhatian penting. Saat ini, Pemprov melalui Dishub telah menyiapkan sejumlah angkutan untuk melayani masyarakat.

"Ada angkutan yang terhubung antara bandara dengan sejumlah terminal. Ini masih disiapkan," kata Joko.

Dia optimistis jika keberadaan Bandara Dhoho Kediri akan menjadi pengungkit ekonomi baru sekaligus memperluas konektivitas antar wilayah atau daerah di Jatim. Apalagi, pembangunan jalan tol yang terhubung ke bandara mulai dibangun. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#penerbangan umrah #Jawa Timur #Bandara Internasional Dhoho Kediri #Kemenhub #pemprov jatim #kediri