RADAR SURABAYA – Kualitas jalan provinsi di Jawa Timur masih berada dalam kategori mantap. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, sepanjang 2017 hingga 2024, mayoritas kondisi permukaan jalan provinsi tetap terjaga dalam kondisi baik.
Kepala BPS Jatim Zulkifli menyebut, persentase kondisi mantap jalan provinsi terendah terjadi pada 2017, yakni sebesar 88,87 persen. Sedangkan capaian tertinggi tercatat pada 2021 dengan angka 93,66 persen.
"Untuk tahun 2024, proporsi jalan provinsi yang berada dalam kondisi mantap mencapai 89,61 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan 2023, meskipun tidak terlalu signifikan," ujar Zulkifli, Senin (30/6).
Dia menjelaskan, salah satu faktor utama yang menjaga kondisi ini adalah pelaksanaan perawatan rutin oleh Pemprov Jatim. Menurutnya, kualitas infrastruktur jalan yang terjaga merupakan fondasi penting bagi kemajuan wilayah.
"Jalan yang baik bukan sekadar untuk kelancaran perjalanan. Tapi juga berdampak langsung pada pemerataan pembangunan ekonomi di berbagai sektor, seperti pertanian, perdagangan, dan jasa," jelasnya.
Distribusi hasil bumi dari sektor pertanian akan lebih cepat dan aman. Sementara sektor perdagangan dan jasa bisa memanfaatkan efisiensi logistik dan aksesibilitas yang meningkat.
Lebih jauh, jalan dengan kondisi baik juga memperkuat konektivitas antar wilayah di Jatim. Menurut Zulkifli, infrastruktur ini membuat kabupaten dan kota di seluruh penjuru provinsi menjadi semakin terhubung secara lancar.
"Konektivitas ini penting sebagai penghubung utama produk-produk ekonomi. Barang dan jasa dari sentra produksi dapat menjangkau pasar lain di provinsi dengan lebih cepat dan efisien," ujarnya.
Ia menegaskan, menjaga kualitas jalan bukan sekadar investasi fisik, melainkan juga investasi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata.
"Jalan yang baik adalah urat nadi aktivitas ekonomi lintas sektor. Maka, peningkatan kualitasnya harus terus dijaga," pungkas Zulkifli. (mus)
Editor : Lambertus Hurek