RADAR SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengingatkan agar seluruh tempat wisata memiliki tim penolong dan medis. Hal ini dipicu soal maraknya kasus tenggelam yang menewaskan wisatawan.
Sejak Januari-Juni, tercatat sudah ada 21 korban jiwa akibat tenggelam atau terserat ombak di tempat wisata. Sebagian berada di destinasi wisata perairan seperti pantai. Adapun musibah terjadi di beberapa daerah yang berada di pantai Selatan mulai Pacitan, Malang, Jember dan Banyuwangi.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Rekrut Kiper Inggris Freddie Woodman Secara Gratis dari Preston
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut selain ketidakpatuhan pengunjung, kelengkapan sarana keamanan di tempat wisata juga disorot. "Kami sudah melakukan evaluasi dan meminta seluruh pengelola tempat wisata yang berkaitan alam menyiapkan sarana keamanan yang memadai," katanya, Sabtu (28/6).
Menurut Gatot, saat ini masih banyak tempat wisata yang belum memperhatikan soal keamanan. Tidak ada tim penolong dan medis yang disiagakan. "Mereka baru kebingungan saat kejadian. Ini harus diantisipasi," katanya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan tidak hanya karena meningkatkan korban jiwa. Peringatan terhadap pengelola wisata juga disampaikan pada masa liburan sekolah.
"Kami meminta agar tempat wisata melakukan persiapan semaksimal mungkin menyambut wisatawan. Masyarakat diminta selalu memantau kondisi cuaca," jelasnya. (mus)