RADAR SURABAYA - Kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada counter helpdesk di Bandara Juanda sebanyak 11.221 orang. Dengan rincian 2.015 laki-laki dan 9.206 wanita.
Kepala UPT P2TK Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Sumali menyebut jika ada tiga kategori PMI bermasalah.
Selain sakit, ada yang dideportasi karena berangkat secara ilegal.
“Nah, kami juga mencatat yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar sebanyak 23 orang, PMI sakit 20 orang, PMI dengan kasus penempatan, deportasi dan/atau repatriasi 147 orang," ujarnya, Rabu (18/6).
Menurutnya, Disnakertrans Jatim telah mengubah pola sosialisasi pencegahan TPPO.
Sosialisasi langsung mengundang perangkat desa di kantong-kantong imigran.
Sumali menyebut ada banyak perangkat desa yang kedapatan menjadi calo.
Mereka mengajak masyarakat dengan iming-iming pendapatan besar.
Adanya rayuan itu mendorong munculnya banyak TKI di daerah tersebut.
“Ini kita cegah. Sosialisasi lewat perangkat desa merupakan pencegahan dini,” jelasnya.
Sementara itu, Sumali mengatakan, sampai dengan bulan Mei 2025 sebanyak sebanyak 26.779 PMI yang berangkat ke luar negeri.
Dengan rincian negara penempatan Hongkong 15.475, Taiwan 6.384, Jepang 1.235, Korea Selatan 703 danvMalaysia 625. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari