RADAR SURABAYA - Gunung Raung yang terletak di perbatasan Jawa Timur kembali erupsi pada Jumat malam (14/6) pukul 22.29 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.332 meter di atas permukaan laut.
Menurut Pengamat Gunung Api Raung, Benny Setyawan, kolom letusan berwarna kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke sisi selatan dan barat daya. "Aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan ini dibuat," ujarnya.
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati kawah puncak dalam radius 3 kilometer. Masyarakat juga diminta tidak menuruni kaldera atau bermalam di kawasan kawah untuk menghindari bahaya aktivitas vulkanik.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan erupsi dan siap mengambil tindakan jika aktivitas gunung meningkat. "Masyarakat diharap tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat," kata Benny.
Gunung Raung yang berada di perbatasan Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi sebelumnya erupsi pada Rabu (11/6) pukul 09.18 WIB dengan tinggi letusan 750 meter di atas puncak.
Saat ini, Gunung Raung berstatus Level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak mendekati kawah dalam radius 3 km serta menghindari turun ke kaldera atau bermalam di area kawah.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid menyebutkan, sepanjang pekan pertama Juni 2025, kegempaan Gunung Raung didominasi gempa embusan, terjadi 3-10 kali per hari. Selain itu, tercatat satu gempa vulkanik dalam dan empat kali tremor menerus dengan amplitudo 1 milimeter.
"Erupsi diperkirakan berasal dari kedalaman dangkal dengan sebaran abu terbatas di sekitar kawah dan sektor timur laut. Status Level II masih relevan," jelas Wafid. (*)
Editor : Lambertus Hurek