Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jawa Timur Bakal Miliki Pengolahan Pakan Ternak Terbesar Se-Asia Tenggara, Di Sini Lokasinya

Mus Purmadani • Senin, 9 Juni 2025 | 15:11 WIB
Jawa Timur memiliki potensi produksi jagung yang besar untuk dikembangkan menjadi pakan ternak.
Jawa Timur memiliki potensi produksi jagung yang besar untuk dikembangkan menjadi pakan ternak.

RADAR SURABAYA - Berdasarkan proyeksi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, produksi jagung di Jawa Timur mulai Januari hingga Juni 2025 diperkirakan surplus dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Luas panen Januari - Juni 2024 seluas 317.205 hektare, luas ini meningkat pada Januari - Juni 2025 19,78 persen atau 62.756 hektare yakni 379.961 hektare.

Untuk produksi jagung kering tongkol Januari - Juni 2024 sebanyak 3.070.949 ton, meningkat pada Januari - Juni 2025 sebanyak 3.742.347 ton.

Sementara untuk produksi jagung pipil kering kadar air 28 persen Januari -Juni 2024 sebanyak 2.323.803 hektare, meningkat sebanyak 2.831.854 hektare.

Sedangkan jagung pipil kering kadar air 14 persen Januari - Juni 2024 sebanyak 1.717.876 ton, meningkat menjadi 2.093.453 ton Januari - Juni 2025.

Badan Pusat Statistk (BPS) Jawa Timur mencatat merupakan provinsi dengan produksi jagung tertinggi di Indonesia selama tahun 2022-2024.

Luas panen tanaman jagung di Jawa Timur pada tahun 2024 sebesar 739.257 hektare yang memberikan share sebesar 29,00 persen dari total luas panen nasional.

Dengan produksi jagung yang cukup tinggi dan tertinggi nasional, potensi jagung untuk pakan ternak maupun industri cukup besar. Oleh karena itu potensi tersebut sedang dikembangkan.

Kabupaten Lamongan bersiap menjadi episentrum baru industri agribisnis nasional.

Sebuah industri pengolahan pakan ternak berskala raksasa akan dibangun di Kecamatan Paciran pada tahun 2026.

Fasilitas ini digadang-gadang sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara, dengan kapasitas penampungan mencapai 92.000 ton dan kemampuan pengeringan 1.733 ton per hari.

Langkah besar ini menjadi penanda baru bagi arah pembangunan industri berbasis pertanian di Jawa Timur, khususnya di sektor peternakan dan pengolahan jagung.

Industri tersebut diyakini akan menyerap hasil panen dari lebih dari 1 juta ton jagung yang tersebar di berbagai daerah, termasuk kawasan binaan TNI-Polri di Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan pembangunan pabrik ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor yang sudah dirintis dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya ialah kemitraan strategis antara pemerintah, kepolisian, perusahaan agribisnis multinasional, dan petani lokal.

"Jadi kemarin kami berkesempatan bersama Bapak Kapolda, kita datang ke Ngawi. Di sana kita melihat langsung kawasan pertanian jagung yang mendapat pembinaan dari Polda Jawa Timur, bekerja sama dengan Syngenta dan Japfa Comfeed. Total area yang mereka bina mencapai 18.000 hektare," ujar Emil, Minggu (8/6).

"Dan kini, salah satu pabrik pakan terbesar di Asia Tenggara akan dibangun di Lamongan. Ini bukan hanya investasi besar, tapi juga harapan baru bagi kesejahteraan petani jagung kita," imbuhnya.

Lebih lanjut Emil menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam rantai pasok jagung nasional.

Provinsi ini menjadi penghasil jagung utama di Indonesia dengan luas tanam mencapai 750.000 hektare.

"Dengan pembangunan ini, kita tidak hanya bicara soal pengolahan pakan, tetapi juga keberlanjutan rantai pasok, peningkatan produktivitas petani, serta ketahanan pangan nasional," katanya.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan untuk mewujudkan swasembada pangan tidak cukup dari perluasan tanam namun juga perlu hilirisasi industri.

"Lamongan dipilih sebagai lokasi industri pakan ternak terbesar di Asia Tenggara,” katanya saat mendampingi Presiden RI dalam panen raya jagung serentak kuartal II secara daring dari Kalimantan Barat, Kamis (5/6).

Ia menjelaskan pembangunan industri menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas hilirisasi hasil pertanian, khususnya komoditas jagung yang mengalami surplus pada panen kuartal I dan II tahun ini.

"Penampungan hasil produksi pertanian sangat dibutuhkan sebagai penguatan sektor hilir pengolahan hasil panen," ujarnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#industri pengolahan #lamongan #Jawa Timur #jagung #pakan ternak #Asia Tenggara #produksi jagung