RADAR SURABAYA - Di tengah tantangan yang semakin meningkat, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa konsisten menjaga stabilitas hingga pembangunan wilayahnya.
Khofifah fokus kerja nyata membangun dan menyejahterakan masyarakat Jatim.
Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah menerangkan, kinerja Khofifah di periode pertama sangat positif.
Namun, ia menilai, Khofifah harus ekstra kerja keras menjaga pencapaiannya tersebut di periode kedua lantaran banyak gangguan dari berbagai macam arah.
“Kalau kita melihat periode pertama Ibu Khofifah, itu sudah sangat baik. Dan menjaga capaian itu di periode kedua bukan hal mudah, apalagi dengan begitu banyak gangguan eksternal,” kata Yunan.
Pada periode pertama kepemimpinan Khofifah, tidak sedikit program pro rakyat yang sudah berjalan dan dirasakan langsung masyarakat Jatim.
Mulai dari Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, hingga Jatim Akses.
Di dalam Jatim Sejahtera, Khofifah mendorong peranan perempuan lebih banyak terutama meningkatkan perekonomian daerah dan UMKM.
Melalui Jatim Puspa, Khofifah meningkatkan kapasitas partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi dan UMKM melalui pelatihan hingga permodalan untuk kemandirian ekonomi keluarga.
Lalu, program Millenium Job Centre (MJC) dalam Jatim Kerja, Khofifah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada millennial dan gen Z untuk terhubung kepada mitra maupun penyedia kerja.
Kemudian, yang tak kalah penting Jatim Akses yang di dalamnya terdapat Trans Jatim berupaya memperkuat konektivitas antar wilayah, lintas sektor dan transportasi terpadu.
Maka dari itu, Yunan menegaskan, di periode kedua, Khofifah terus mempertahankan bahkan menguatkan program yang telah berhasil pada kepemimpinan sebelumnya.
Menurutnya, masyarakat menilai, Khofifah pemimpin dengan rekam jejak nyata dan terbukti berhasil membangun Jatim.
“Itulah yang membuat peran beliau di periode kedua ini sangat menentukan, bukan hanya untuk kelanjutan pembangunan, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik melalui hasil kerja yang nyata,” tandasnya. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista