RADAR SURABAYA - Ada evaluasi dan perbaikan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 - 2026. Salah satunya adalah jalur domisili.
"Tahun ini SPMB jalur domisili lebih menarik dibanding zonasi. Sistem ini memudahkan kami karena yang dinilai bukan jarak terlebih dulu, melainkan nilai anak-anak kita yang bagus. Baru setelah itu jarak rayon mereka,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Jumat (30/5).
Ada rayon 1 rayon 2 seterusnya, sampai-sampai dengan perbatasan kabupaten/kota pun masih ada.
Inilah yang nanti kita harapkan lebih ada rasa kemudahan bagi masyarakat dan juga tidak ada keluhan lagi.
“Yang nanti insyaallah menjadi harapan kita bersama pemerintah bisa memberikan pelayanan yang terbaik," jelasnya.
Aries mengatakan, saat ini SPMB masih tahap 1 yaitu tahap perbaikan nilai dari sekolah masing-masing.
"Jadi kalau ada anak-anak atau siswanya memiliki nilai rapornya dengan nilai yang ada di sekolah itu tidak sama, maka sekolah segera untuk memperbaiki. Nah inilah nanti hasil datanya terakhir tanggal 31 Mei,” katanya.
“Itu sudah terakhir untuk memverifikasi nilainya. Setelah itu nanti pengambilan PIN mulai tanggal 2 Juni sampai dengan tanggal 13 Juni," imbuhnya.
Jadi para calon murid ini, lanjut Aries, bisa mengambil PIN di sekolah masing-masing, sekaligus memverifikasi data-data yang di sekolah yang dituju.
"Jadi setelah mengambil tim hari itu pun kalau mereka ingin langsung verifikasi datanya ke sekolah bisa karena waktu kita mulai tanggal 2 Juni sampai dengan tanggal 13 Juni, kemudian tanggal 2 Juni sampai tanggal 14 Juni untuk verifikasi berkas masing-masing," terangnya.
Menurutnya dalam proses SPMB ini seleksi akan dilakukan dengan seadil-adilnya.
Setiap jalur memiliki kuota dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing calon peserta didik.
Untuk kuota domisil SMA minimal 35 persen. Sementara untuk SMK, kuota domisili hanya 10 persen.
Perubahan ini tentu berdampak pada strategi pendaftaran yang perlu dipertimbangkan para calon murid. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari