RADAR SURABAYA — Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali erupsi pada Senin pagi (26/5). Gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu menyemburkan abu vulkanik ke arah tenggara dan selatan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Ghufron Alwi, melaporkan bahwa erupsi terjadi pukul 07.05 WIB. Kolom letusan terpantau setinggi sekitar 500 meter di atas puncak, atau 4.176 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.
"Letusan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 100 detik," ujar Ghufron dalam laporan tertulisnya.
Sepanjang Senin, tercatat Semeru sudah tiga kali erupsi. Letusan pertama terjadi pukul 00.35 WIB, namun tidak teramati secara visual. Letusan kedua terjadi pukul 05.32 WIB, juga dengan kolom abu setinggi 500 meter yang mengarah ke selatan. Saat laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Semeru masih berada di Level II atau Waspada. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius delapan kilometer dari puncak.
Di luar jarak itu, warga tetap dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena potensi bahaya awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak.
"Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi radius tiga kilometer dari kawah, karena berisiko terkena lontaran batu pijar," tambah Ghufron. (*)
Editor : Lambertus Hurek