RADAR SURABAYA – Karantina Jawa Timur membentuk Posko Bersama Pengawasan Lalulintas Hewan Kurban 2025. Lokasinya di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Posko ini mulai aktif sejak 19 Mei hingga 8 Juni 2025.
Kepala Karantina Jawa Timur, Hari Yuwono Ady, mengatakan posko ini hasil kerja sama dengan sejumlah instansi. Tujuannya, mempercepat proses pemeriksaan hewan kurban dan menjamin kesehatannya.
Data dari sistem BEST TRUST Badan Karantina Indonesia menunjukkan tren kenaikan lalulintas hewan kurban tiap tahun. Tahun ini diprediksi ada 60 ribu hingga 70 ribu ekor hewan kurban masuk ke Jawa lewat Banyuwangi.
Sejak Januari hingga April 2025, tercatat ada 893 frekuensi pengiriman. Total hewan kurban yang masuk mencapai 20.949 ekor. Jumlah ini naik 28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Hari memperkirakan masih ada 40 ribu hingga 50 ribu ekor yang akan masuk sampai awal Juni. "Karena itu, posko bersama dibentuk di Pintu Keluar Pelabuhan Ketapang," ujarnya.
Posko ini bertugas menyaring dokumen karantina awal. Jika dokumen lengkap dan sesuai, pemeriksaan lanjutan dilakukan di Kantor Satpel Ketapang. Prosesnya termasuk desinfeksi hingga pembebasan.
Namun, kendaraan tanpa dokumen lengkap akan ditolak. Hewan kurban tidak boleh dilalulintaskan tanpa dokumen dari daerah asal.
Hari menambahkan, pembentukan posko ini sesuai arahan Kepala Barantin, Sahat M Panggabean. Fokusnya pada jaminan kesehatan hewan kurban lintas pulau.
Setiap Iduladha, volume pengiriman hewan kurban terus meningkat. Banyuwangi jadi pintu utama dari Bali dan NTB ke Jawa. (*)
Editor : Lambertus Hurek