Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPBD Jatim Terjunkan TRC ke Lokasi Bencana Longsor Trenggalek, Bagaimana Kondisi 6 Warga yang Hilang?

Mus Purmadani • Rabu, 21 Mei 2025 | 12:25 WIB

 

Tim Gabungan dari BPBD Jatim, BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan saat melakukan penanganan material longsor dan pencarian korban yang hilang.
Tim Gabungan dari BPBD Jatim, BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan saat melakukan penanganan material longsor dan pencarian korban yang hilang.

RADAR SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur merespons cepat bencana tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Senin (19/5) sore.

Usai menerima laporan kejadian, BPBD Jatim langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian pada malam harinya untuk melakukan assessment

Bersama Tim Gabungan dari BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan, Selasa pagi (20/5), Tim BPBD Jatim mulai berjibaku membersihkan material longsor yang menutup akses jalan ke lokasi.

Untuk melakukan percepatan penanganan, Tim Gabungan BPBD Jatim juga mengerahkan alat berat, termasuk dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Trenggalek. 

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dengan didampingi Kalaksa BPBD Trenggalek Triadi Atmono juga langsung meninjau lokasi kejadian, tepatnya, di titik tertinggi mahkota longsoran di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan.

Berdasar update laporan Pusdalops BPBD Jatim, sedikitnya 12 unit rumah terdampak tanah longsor dan 5 unit rumah lainnya tertimbun, yakni, 3 rumah di RT 16 dan 2 unit rumah di RT 15 RW 07 Dusun Kebonagung. 

Sementara keenam korban yang hilang hingga berita ini diturunkan belum ditemukan dan pencarian masih dilanjutkan.

"Sebanyak 26 warga yakni 13 laki-laki dan 13 perempuan telah mengungsi di Paseban Desa Depok. Sedangkan 6 warga RT 16 juga dilaporkan hilang, yakni, Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi dan Torik," ujar Gatot. 

Selain itu, sejumlah tiang listrik juga ditemukan roboh dan berakibat pada padamnya listrik.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk melakukan percepatan penanganan. Salah satunya, dengan Dinas PU Bina Kabupaten Trenggalek untuk pengerahan alat berat dan Dinas Sosial untuk pendirian dapur umum," katanya. 

Setidaknya, 3 alat berat yang dikerahkan untuk percepatan penanganan material longsor penutup jalan, yakni, dari BPBD Kabupaten Trenggalek, Dinas PU Bina Marga Trenggalek dan milik BPBD Jombang.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca di area terdampak longsor," ujarnya. 

Hingga Selasa sore (20/5), akses jalan yang tertutup material longsor menuju ke lokasi kejadian di RT 15 dan RT 16 Dusun Kebonagung sudah mulai terbuka.

"Dengan terbukanya akses ini, diharapkan proses pencarian dan evakuasi korban bisa lebih cepat dilakukan," ungkap Gatot. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#trenggalek #Jawa Timur #akses jalan #tanah longsor Trenggalek #tanah longsor #bencana alam #BPBD Jatim