Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sampah Impor Racuni Udara, Ancaman Kanker Mengintai Warga Tropodo Krian Sidoarjo

Lambertus Hurek • Selasa, 20 Mei 2025 | 16:21 WIB

 

Aksi protes sampah plastik impor oleh aktivis lingkungan di Surabaya. (IST)
Aksi protes sampah plastik impor oleh aktivis lingkungan di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo, tak lepas dari kabut asap pekat setiap hari. Asap hitam yang menyengat ini berasal dari pembakaran sampah plastik oleh 51 pabrik tahu yang masih aktif beroperasi di desa tersebut.

"Asap pekat dan aroma menyengat yang bikin tenggorokan kering ini dihasilkan dari pembakaran plastik sebagai bahan bakar utama pembuatan tahu. Meski dilarang, pengusaha tetap menggunakannya dengan alasan ekonomis," ujar Daru Setyorini, Direktur Eksekutif Ecoton.

Menurut Daru, praktik ini berdampak serius bagi kesehatan masyarakat. Pembakaran plastik menghasilkan dioksin dan mikroplastik yang mencemari lingkungan dan rantai makanan. Hasil penelitian Ecoton menunjukkan, Tropodo menjadi lokasi dengan tingkat kontaminasi dioksin tertinggi kedua di Asia.

Kadar dioksin dalam telur ayam kampung di Tropodo mencapai 200 pikogram TEQ per gram lemak. Angka ini 80 kali lipat di atas ambang batas standar WHO sebesar 2,5 pikogram TEQ per gram lemak.

Penelitian Ecoton pada 17 Mei 2025 juga mencatat, polusi udara PM 2.5 di Tropodo mencapai 1.063 mikrogram per meter kubik, jauh melebihi ambang batas baku mutu menurut PP 22/2021 sebesar 55 mikrogram per meter kubik.

Tak hanya itu, Ecoton juga mendeteksi 25 partikel mikroplastik per meter persegi di udara Tropodo. Mikroplastik ini berasal dari pembakaran plastik yang tidak sempurna dan menjadi penyebab meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat iritasi dan infeksi organ pernapasan.

Desa Tropodo kini menghadapi ancaman serius. Asap dari sampah impor yang dibakar demi menekan ongkos produksi tahu, justru membuka jalan bagi bencana kesehatan jangka panjang. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#plastik #polusi udara #tropodo #sampah plastik #sidoarjo #pabrik tahu