RADAR SURABAYA - Wajah ceria anak-anak warga Desa Sumbul Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kini menghiasi halaman sekolah setiap pagi.
Setelah bertahun-tahun kekurangan air bersih, mereka akhirnya bisa menikmati belajar tanpa harus membawa air dari rumah.
Kondisi serba terbatas dulu memaksa setiap anak membawa sebotol air berisi satu setengah liter dari rumah untuk keperluan sekolah.
Krisis air ini juga membuat pihak sekolah kesulitan menjalankan kegiatan belajar mengajar secara optimal.
"Awal anak-anak saya suruh bawa air, setiap anak membawa satu botol yang berisi satu liter setengah. Untuk kegiatan di sekolah tidak ada air sama sekali, mau beli air toren itu sangat mahal," ungkap Kepala RA Sirrul Khuluq, Juwanis Fatul Rizana di Malang.
Namun kini, kondisi berubah drastis setelah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjangkau hingga ke sekolah.
Program ini menjadi solusi atas persoalan air yang sudah lama dirasaka warga Singosari, termasuk lingkungan pendidikan.
"Alhamdulillah pembangunan SPAM ini sudah berjalan dan sampai di sekolah kami. Sekarang anak-anak enggak membawa air lagi dan air sangat lancar, RA kami sangat bahagia dan bangga," tuturnya.
Program SPAM Singosari, dia menambahkan, merupakan bagian dari komitmen Gubernur Khofifah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu prioritas utama pembangunan di masa kepemimpinannya adalah penyediaan air bersih yang layak dan merata.
"Harapannya adalah warga Jawa Timur akan terfasilitasi kebutuhan dasarnya, nah salah satu kebutuhan dasar adalah air. Maka SPAM Singosari insya Allah akan bisa memberikan layanan kepada 1.200 an KK, masjid, mushala, dan anak-anak sekolah," kata Khofifah. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista