RADAR SURABAYA - Menjelang Iduladha 1446 H, lalu lintas hewan kurban ke Jawa Timur meningkat tajam. Karantina Jawa Timur memastikan semua hewan yang masuk lewat pelabuhan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Pengawasan ketat dilakukan oleh Karantina Jawa Timur, terutama oleh Satuan Pelayanan (Satpel) Ketapang. Mereka memeriksa lalu lintas hewan dari Bali, NTB, dan Madura melalui Pelabuhan Ketapang, Tanjungwangi, Jangkar, dan Kalbut.
Data sistem Best Trust Satpel Ketapang mencatat, sejak April hingga awal Mei, ada 1.211 kali pengiriman dengan total 28.429 ekor hewan kurban. Nilai ekonominya ditaksir mencapai Rp511,7 miliar dan masih akan terus bertambah jelang lebaran.
Kepala Karantina Jawa Timur, Hari Yuwono Ady, menegaskan bahwa hewan kurban yang masuk harus sudah mengantongi sertifikat karantina dari daerah asal. Selain itu, hewan harus sudah divaksin PMK, diuji di laboratorium, dan melewati masa karantina.
“Petugas kami di Ketapang periksa semua dokumen dan kondisi hewan. Kami juga cek barcode eartag vaksinasi PMK, alat angkut, dan lakukan disinfeksi,” jelas Hari.
Hari juga menegaskan bahwa semua pembayaran jasa karantina dilakukan secara non-tunai sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 27 Tahun 2024. Tidak ada pungutan di luar ketentuan.
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menyebut Karantina Jatim punya peran vital sebagai pintu masuk hewan dari Indonesia Timur dan Madura ke Jawa.
“PMK masih jadi ancaman. Kami minta semua pihak di pelabuhan ikut mengawasi dan melapor jika ada yang mencurigakan,” kata Sahat. (*)
Editor : Lambertus Hurek