Malang – Kemenangan manis Persik Kediri atas Arema FC dengan skor telak 3-0 berubah menjadi mimpi buruk saat bus tim diserang brutal oleh sejumlah oknum suporter di luar Stadion Kanjuruhan, Minggu malam (11/5). Kaca bus pecah, pemain dan ofisial panik, dan suasana mencekam merebak di tengah malam usai laga Derby Jatim.
Serangan terjadi tidak lama setelah rombongan Persik meninggalkan stadion bersejarah yang untuk pertama kalinya kembali digunakan pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Namun momen bersejarah itu ternoda aksi kekerasan yang kembali menyeret wajah kelam sepak bola nasional.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat jelas suasana kacau dari dalam bus. Hujan batu menghantam sisi kiri kendaraan, memecahkan kaca hingga berserakan ke dalam. Pemain tiarap di antara kursi, mencoba berlindung dari serpihan kaca dan potensi serangan susulan.
"Kita tidak pernah belajar. Tapi lebih baik saya tidak mengatakan apa yang saya pikirkan," tulis kapten Persik, Ze Valente, di akun Instagram-nya, menyertai unggahan foto kondisi kaca bus yang hancur. Kalimat yang sunyi, namun sarat amarah.
Officer Persik, Haryanto, menyebut seluruh pemain dan ofisial langsung diperiksa kesehatannya. “Sejauh ini belum ada yang parah, tapi kaca depan pecah dan semua kaget,” ungkapnya.
Pihak panitia pelaksana (LOC) Arema FC melalui Erwin Hardiono menyatakan keprihatinan mendalam.
“Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya. Insiden ini terjadi di luar kontrol kami, tepatnya di ruas jalan menuju Kota Malang,” ucapnya.
Editor : M Firman Syah