RADAR SURABAYA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba dan deklarasi anti narkoba.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur di Kabupaten Sampang, Selasa (29/4).
Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Sampang, jajaran Forkopimda terkait, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat, yang dilakukan oleh seluruh pimpinan tinggi dari BNNP, Polda Jatim, Pemasyarakatan, dan Kejaksaan Tinggi.
Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat serta mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dengan warga. Selanjutnya, Kepala BNNP Jawa Timur dalam sambutannya mengingatkan bahwa sejarah peredaran narkoba di Kabupaten Sampang pada masa lalu cukup kelam, sehingga tidak boleh lagi terulang di masa depan.
Dalam sambutannya, Kadiyono menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.
"Kami di jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur berkomitmen penuh mendukung gerakan pemberantasan narkoba. Seluruh lapas dan rutan di Jawa Timur harus menjadi zona bebas dari narkoba," tegas Kadiyono.
Ia menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba, khususnya di wilayah pemasyarakatan.
Acara semakin khidmat saat seluruh tamu undangan dan peserta secara bersama-sama membacakan ikrar deklarasi anti narkoba. Dengan penuh semangat, semua yang hadir menyuarakan komitmennya untuk menjauhi narkoba dan berkontribusi dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing.
Ikrar ini menjadi simbol kebulatan tekad semua pihak untuk terus mengawal Kabupaten Sampang agar terbebas dari jerat narkoba.
Deklarasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, pelajar, hingga influencer muda. Keterlibatan seluruh unsur ini diharapkan mampu memperluas efek kampanye anti narkoba, menanamkan kesadaran kolektif bahwa perlawanan terhadap narkoba harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.
Setelah pembacaan ikrar, dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama. Kepala BNNP Jawa Timur, Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim, Kapolda Jatim, Kepala Kejati Jatim, serta para pimpinan daerah lainnya membubuhkan tanda tangan sebagai wujud nyata komitmen dalam pemberantasan narkoba.
Penandatanganan ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama lintas sektor dalam membangun kekuatan kolektif menghadapi ancaman narkoba.
Tak hanya pejabat tinggi, tokoh masyarakat, pelajar, hingga para influencer juga ikut menandatangani komitmen ini. Dengan partisipasi luas ini, diharapkan pesan anti narkoba akan semakin membumi dan membentuk kesadaran bersama di kalangan generasi muda, bahwa perang terhadap narkoba adalah perang semua elemen bangsa.
Sebelum pemusnahan dilakukan, BNNP mengajak seluruh tamu undangan untuk menyaksikan pengujian langsung keaslian barang bukti narkotika, yakni ganja dan sabu-sabu.
Hal ini untuk memastikan kepada publik bahwa barang bukti yang dimusnahkan benar-benar merupakan hasil penindakan terhadap jaringan narkotika.
Puncak acara ditandai dengan pemusnahan massal barang bukti narkoba di hadapan seluruh undangan. Pemusnahan ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sampang.
Dalam kesempatan itu, Kadiyono berharap, melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat makin sadar bahwa narkoba adalah musuh bersama.
"Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tugas kita semua untuk menyelamatkan generasi bangsa dari kehancuran akibat narkoba," ujarnya.
Menutup acara, Kadiyono mengungkapkan harapannya agar deklarasi ini tidak hanya berhenti di atas kertas.
"Saya berharap, setelah deklarasi dan pemusnahan ini, lahir lebih banyak aksi nyata di masyarakat. Kami di Pemasyarakatan Jawa Timur siap bersinergi dengan semua pihak untuk memastikan lapas dan rutan kami bersih dari narkoba, serta mendukung upaya bersama mewujudkan Jawa Timur bersih narkoba," pungkasnya. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista