Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warga Bangkalan Temukan Buaya Ompong Nyasar ke Kebun Jagung

Muhammad Firman Syah • Senin, 28 April 2025 | 06:31 WIB

 

Seekor buaya ditemukan berada di lahan jagung milik warga Bangkalan.
Seekor buaya ditemukan berada di lahan jagung milik warga Bangkalan.

Bangkalan- Panik gara-gara ketemu buaya? Eits, tunggu dulu. Yang satu ini beda cerita.
Seekor buaya 'senior' yang sudah ompong bikin heboh warga Desa Buddan, Bangkalan, setelah nyasar ke ladang jagung.

Bayangkan, suasana kampung yang adem tentrem tiba-tiba riuh gara-gara tamu berkulit sisik sepanjang tiga meter mendarat mulus di antara deretan jagung. Tapi alih-alih ngamuk, si buaya malah anteng kayak kakek-kakek yang salah turun angkot.

Momen dramatis itu sempat direkam warga dan langsung viral di media sosial. Dalam video, buaya besar itu terlihat pasrah ketika ditangkap warga, dengan mata dan mulut yang sudah diikat rapat. Sama sekali nggak ada adegan bergulat ala film dokumenter. Penangkapan buaya yang nyasar ke kebun jagung justru lebih mirip adegan orang baru bangun tidur disuruh jalan.

Kepala BPBD Bangkalan, Arif Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa ternyata buaya ini bukan buaya liar ganas seperti yang dibayangkan.

"Buaya itu milik warga, peliharaan. Lepas dari kandang," jelas Arif, dilansir Jumat (24/4).

Lebih mengejutkan lagi, pemilik buaya itu santai banget. Menurutnya, si buaya sudah jinak dan ompong! Alias sudah tidak punya gigi sama sekali.

"Katanya sih jinak. Kondisinya sudah ompong. Tapi kami tetap akan cek lagi untuk memastikan," tambah Arif.

Walaupun si buaya terhitung jinak, BPBD tetap sigap. Mereka langsung berkoordinasi dengan lembaga penangkaran satwa agar sang buaya bisa menikmati masa pensiun di tempat yang lebih aman dan nyaman.

"Masih kami komunikasikan. Harapannya bisa pindah ke habitat yang lebih layak dan makanannya juga lebih terjaga," jelas Arif.

Ternyata, alasan buaya ini 'dilepas' juga cukup masuk akal. Menurut cerita, sang pemilik menemukannya saat mencari ikan di Sungai Tangkel, Kecamatan Burneh, sekitar tahun 2016.
Tapi seiring berjalannya waktu, badannya makin gede, kebutuhan makannya makin ganas (walau ompong), dan si pemilik akhirnya angkat tangan.

"Pemiliknya bersedia menyerahkan buaya itu karena badannya makin besar dan butuh makan banyak, jadi sudah nggak sanggup pelihara," tutup Arif. (sil/fir)

 

Editor : M Firman Syah
#buaya #bpbd #jagung #ditangkap #bangkalan