RADAR SURABAYA – Masih banyak desa di Jatim yang masuk kategori rawan bencana membuat pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi salah satu upaya untuk mencegah adanya korban jiwa saat musibah melanda.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan, jika kebutuhan Destana di Jatim mencapai 5.254 desa. Hingga akhir 2024, masih 1.900 destana yang sudah terbentuk.
“Tahun ini rencananya ada 40 Destana yang akan dibentuk. Diawali dari Pasuruan,” katanya, Kamis (17/4).
Gatot menambahkan, pembentukan Destana memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
Selain perangkat desa dan masyarakat, ada instansi kebencanaan yang dilibatkan.
“Mereka ikut memperkuat keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelasnya.
Menurutnya, jika sebanyak 40 Destana tersebar di berbagai daerah. Ada desa yang rawan banjir, Destana juga dibentuk di desa yang masuk kategori rawan longsor serta gempa bumi.
“Yang pasti ada pelatihan untuk masyarakat terkait kebencanaan,” jelas Gatot.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, kesiapan terkait kebencanaan amat penting, salah satunya untuk mencegah terjadinya korban jiwa.
Menurutnya ada kecenderungan jumlah korban bencana alam meningkat pada 2024.
“Jumlah kejadian tahun lalu memang meningkat dibanding 2023. Tercatat ada 393 kejadian di Jatim selama 2024. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 26 orang,” pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari