Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lima dari 10.000 Pemuda Jawa Timur Alami Buta Huruf

Mus Purmadani • Sabtu, 5 April 2025 | 00:10 WIB
Kepala BPS Jatim Zulkipli.(ISTIMEWA)
Kepala BPS Jatim Zulkipli.(ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Tren angka buta huruf pada pemuda di Jawa Timur dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan hingga mencapai 0,05 persen pada tahun 2024.

Atau dapat diartikan sekitar lima dari 10.000 pemuda Jawa Timur alami buta huruf.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Zulkipli, Jumat (4/4).

"Meskipun ABH pemuda selalu mengalami penurunan, upaya penuntasan buta huruf dan pengembangan keaksaraan harus terus dilakukan," katanya

BPS Jawa Timur mencatat jumlah penduduk pada tahun 2024 sekitar 41,81 juta jiwa.

Dari jumlah itu 20,87 persennya merupakan penduduk berusia 16-30 tahun.

"Hampir seperempat penduduk Jawa Timur merupakan pemuda. Meski demikian, jumlah pemuda laki-laki lebih sedikit daripada pemuda perempuan," ujarnya.

Zulkipli menambahkan berdasarkan data Susenas, pada tahun 2024 sekitar 0,05 persen dari pemuda di Jawa Timur yang tidak bisa membaca dan menulis atau buta huruf.

Apabila diperhatikan menurut jenis kelamin, angka buta huruf pemuda laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan pemuda perempuan (0,08 persen berbanding 0,03 persen).

Sementara itu, jika diperhatikan berdasarkan tipe daerah, pemuda yang tinggal di pedesaan memiliki angka buta huruf yang lebih tinggi dibandingkan pemuda di perkotaan (0,11 persen berbanding 0,02 persen).

Belum meratanya fasilitas pendidikan serta akses terhadap fasilitas di perkotaan dan perdesaan menjadi salah satu penyebab terjadinya perbedaan tersebut.

Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian khusus untuk pemberantasan buta huruf di semua wilayah secara merata.

Berdasarkan kelompok umur, angka buta huruf pemuda cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya umur pemuda.

Pada pemuda kelompok umur 16-18 tahun sebesar tidak ada yang buta huruf, sementara itu angka buta huruf pemuda pada kelompok umur 19-24 sebesar 0,03 persen, dan angka buta huruf pemuda pada kelompok umur 25 - 30 sebesar 0,06 persen.

"Pemberantasan buta huruf telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah, sebagai upaya meningkatkan kemampuan SDM bangsa Indonesia.

Pemerintah telah memberikan perhatian khusus dalam menghadapi masalah keaksaraan nasional.

Upaya dan terobosan pemerintah dalam penuntasan buta huruf dan pengembangan keaksaraan antara lain dengan menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan, peningkatan minat baca masyarakat, dan Gerakan Indonesia Membaca (GIM), Kampung Literasi dan bantuan fasilitas sarana Taman Bacaan Masyarakat (TBM)," pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#BPS Jatim #Zulkipli #Jawa Timur #pemuda #buta huruf