RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan imbauan waspada cuaca ekstrem di wilayah Jatim.
Hal ini disebabkan oleh bencana hidrometeorologi yang berpotensi banjir bandang hingga longsor.
“Waspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hujan es dan puting beliung di wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Taufiq Hermawan, Jumat (21/3).
Potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi di semua kabupaten/kota di Jatim.
Antara lain Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember.
Selanjutnya, Kabupaten Kediri, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sumenep.
Lalu di Kabupaten Tuban, Kabupaten Magetan, Kabupaten Bojonegoro Kota Blitar, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sidoarjo.
Berikutnya Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jombang, Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Blitar, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Batu, dan Kota Probolinggo.
Taufiq menjelaskan, saat ini wilayah Jawa Timur masih berada pada masa peralihan musim atau pancaroba, sehingga potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi.
Selain itu, kondisi Dinamika Atmosfer terkini menunjukkan adanya gangguan gelombang ekuatorial Rossby dan Madden-Jullian Oscillation (MJO) secara spasial, dan diprakirakan akan melintasi wilayah Jawa Timur yang mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Jawa Timur.
“Selain itu, kondisi atmosfer yang masih labil serta faktor konvektivitas lokal yang kuat di wilayah Jawa Timur menudukung pertumbuhan awan Cumulonimbus yang cukup intens,” jelasnya.
BMKG Juanda pun mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada. Khususnya terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” katanya.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat mewaspadai kondisi cuaca.
Pasalnya, menurut data BMKG, saat libur lebaran nanti, Jatim mulai masuk musim pancaroba.
“BMKG juga meminta untuk mewaspadai tanah longsor, mengingat banyaknya endapan akibat curah hujan di daerah lereng. Selain itu, bencana banjir juga masih perlu diwaspadai bersama,” katanya.
Tidak hanya itu, pada pertengahan hingga akhir bulan Maret diprediksi masih terdapat beberapa wilayah yang memiliki curah hujan kategori tinggi.
Seperti Pacitan, Ngawi, Mojokerto, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Blitar, Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.
“Dan daerah wisata, supaya kehati-hatiannya ditingkatkan. Karena dari BMKG juga mengimbau beberapa titik yang perlu diwaspadai. Maka kebijakan-kebijakan ini tolong masyarakat mengikuti aturan yang sudah ditentukan,” katanya.
Tak hanya itu, pembentukan pos pengamanan pelayanan terpadu akan harus sudah berdiri pada 19 Maret 2025. Yang terdiri dari 149 pos pengamanan (Pospam), 41 pos pelayanan (Posyan), serta 13 pos terpadu.
Total objek pengamanan ada 10.586 lokasi. Di antaranya 9.662 tempat sholat Idul Fitri, 70 terminal, 13 pelabuhan, 7 bandara, 82 stasiun, 424 tempat perbelanjaan, dan 328 tempat hiburan/wisata.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto menyebut ada beberapa wilayah rawan bencana yang patut diwaspadai oleh masyarakat sat mudik dan balik lebaran.
Menurutnya hingga kini intensitas hujan masih tinggi di wilayah Jatim.
“Meski sekarang ini sudah masuk pancaroba sebagaimana yang disampaikan BMKG, melihat intensitas hujan tinggi untuk diantisipasi kawasan-kawasan pariwisata, khususnya wisata yang memanfaatkan gunung, sungai atau pantai,” jelasnya.
Menurutnya area-area tersebut, bisa terjadi longsor, banjir atau gelombang tinggi yang bisa berdampak pada wisatawan yang berkunjung.
"Sehingga, sesuai arahan ibu gubernur, diminta para pelaku wisata untuk mempersiapkan tempat wisatanya, baik regu penolong dan sarana-sarana wisatanya untuk diperiksa, sesuai dengan potensi bencananya.
“Para penikmat wisata dan mudik lebaran juga harus terus mendengarkan informasi dari BMKG. Melihat kondisi lingkungan apabila ada potensi bencana, maka harus mengenali lingkungannya, serta menyiapkan personel keselamatan yang disiapkan oleh pelaku usaha di kabupaten/kota setempat,” tuturnya.
Gatot mengatakan pihaknya menerjunkan 200 personel selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
“Mereka siaga penuh 24 jam di Posko Bencana Hidrometeorologi BPBD Jatim,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa