RADAR SURABAYA - Kondisi jalan di Jawa Timur (Jatim) masih menjadi perhatian serius menjelang arus mudik Lebaran 2025.
Berdasarkan data terbaru per 14 Maret 2025, tercatat sebanyak 4.523 titik jalan berlubang tersebar di berbagai wilayah provinsi ini.
Dari jumlah tersebut, baru 3.703 titik yang telah diperbaiki, sementara 1.190 titik masih belum tertangani.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Yoyok Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jalan di daerah pemilihannya, yang mencakup Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Ia menyoroti banyaknya lubang yang belum tertangani dengan maksimal, terutama di jalur utama dari Probolinggo hingga Banyuwangi.
"Terus terang, saya dari Dapil IV Situbondo-Bondowoso-Banyuwangi melihat kondisi jalan dari Probolinggo sampai Banyuwangi masih banyak lubang dan perbaikannya belum maksimal. Kami berharap apa yang menjadi janji BBPJN bisa terlaksana sebelum mudik Lebaran 2025," ujar Yoyok Mulyadi, Minggu (16/3)
Dia menambahkan, meskipun beberapa titik telah disiapkan material dan alat untuk perbaikan, masalah utama adalah munculnya lubang baru setelah perbaikan dilakukan.
"Begitu ada titik yang ditambal, pasti muncul lubang baru. Sehingga sulit memastikan kapan benar-benar selesai. Saya juga meragukan target penyelesaian sebelum Lebaran bisa tercapai," tambahnya.
Dengan masih banyaknya jalan berlubang yang belum tertangani, Yoyok Mulyadi mengimbau para pemudik agar lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melewati jalur yang rusak.
Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi D Asal Fraksi Golkar Dapil Madura, Sobirin.
Dia menyampaikan bahwa kondisi jalan di Madura, khususnya wilayah Pantura mengalami rusak parah.
"Khususnya Madura sisi Pantura kemarin ada beberapa kendaraan jatuh, kebetulan tetangga saya. Disana itu banyak lubang yang belum diperbaiki. Daerah Socah, Bangkalan itu sekitar 10 km banyak lubang. Kalau bisa tim penambalan jalan ditambah. Kami minta secepatnya, karena Madura ini tidak pernah disentuh. Tadi pun saya lewat masih banyak dan lumayan besar lubangnya," ungkap Sobirin.
Sementara itu, Ketua Tim Jalan Bidang Pereservasi 1 BBPJN Jatim-Bali, Gaguk Supriyatno menyatakan bahwa mereka terus berupaya menyelesaikan perbaikan jalan sesuai target yang ditetapkan.
Namun, lanjut Gaguk, tantangan cuaca dan kondisi jalan yang terus berubah menjadi faktor utama dalam proses perbaikan ini.
"Kami sudah melakukan identifikasi, baik longsor, banjir di wilayah kerja kami," ungkapnya.
Disampaikan Gaguk, target perbaikan jalan berlubang akan selesai tertangani H-10 Lebaran. "Kami akan terus berusaha target ini tercapai," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari