RADAR SURABAYA - Kejadian menghebohkan terjadi di Madura. Sebuah kapal jenis yacht bernama Australian yang ditumpangi oleh dua orang Warga Negara (WN) Australia terombang ambing di sekitar perairan Pulau Gili Iyang, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Rabu (29/1).
Kapal ini diduga mengalami kerusakan mesin, sehingga terdampar di laut sekitar pulau tersebut.
Kejadian ini diketahui bermula pada pukul 12.05 WIB, saat seorang warga yang hendak menyebrang ke Pulau Gili Iyang mendengar adanya sinyal suar yang ditembakkan sebanyak lima kali dari sebuah kapal yang terombang-ambing di tengah laut, dengan jarak kurang lebih 5 mil dari arah timur perairan Desa/Kecamatan Dungkek. Warga yang mengetahui keberadaan sinyal suar tersebut langsung melaporkannya kepada pihak berwenang.
Setelah menerima laporan, pihak berwenang yang terdiri dari tim gabungan Basarnas Pos SAR Sumenep, KSOP Kelas IV Kalianget, serta Polsek Dungkek langsun mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi.
Bersama dengan warga sekitar, petugas pun kemudian berusaha mendekati kapal dan melakukan evakuasi. Namun sayangnya upaya tersebut gagal dikarenakan ombak yang tinggi dan cuaca buruk sehingga memaksa mereka kembali ke pantai.
Berdasarkan keterangan dari Kasi Humas Polres Sumenep, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Widiarti, upaya penyelamatan yang dilakukan tidak berjalan dengan mudah. Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi hambatan utama.
“Angin berhembus dengan kecepatan 18-23 knot, sementara gelombang mencapai 1-2 meter. Ini sangat menyulitkan proses evakuasi dan pencarian barang-barang yang masih tersisa dari kapal,” jelas Widiarti.
Beruntungnya, kapal yang terus terkena ombak perlahan-lahan mulai menepi ke pinggir pantai sehingga warga bisa mendekati kapal tersebut dan berhasil mengevakuasi para korban yang ada didalamnya.
Uniknya selama proses evakuasi, warga menggunakan jerigen dan pelampung untuk membawa korban ke bibir pantai.
Diketahui bahwa korban yang terdapat dalam kapal yacht tersebut merupakan dua orang laki laki dan perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, bernama Watt Peter John, 64, dan Delves Catherine Winifred, 62.
Awalnya, keduanya berencana menuju Pulau Kalimantan dari Australia. Namun sebelum itu mereka singgah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali.
Dari Bali, mereka hendak melanjutkan perjalanan menuju Kalimantan. Namun naasnya, kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba mati mesin sehingga membuat mereka terdampar di perairan Sumenep, Madura.
Setelah mendapatkan pertolongan, kedua warga negara berkebangsaan Australia tersebut kemudian dibawa ke salah rumah kepala desa untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.
“Dua warga asing itu langsung kami bawa ke rumah kepala desa untuk bermalam dan beristirahat,” imbuh Widiarti.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dirinya mengatakan bahwa kerugian yang diakibatkan oleh kejadian ini mencapai delapan miliar rupiah
“Kerugian ditaksir mencapai Rp 8 miliar, termasuk kapal yacht beserta seluruh isinya,” tutupnya.(gus/jay)
Editor : Jay Wijayanto