RADAR SURABAYA-Musim hujan tak menghalangi niat pendaki yang ingin menikmati keindahan Gunung Lawu selama musim liburan.
Lantaran jalur yang licin, seorang pendaki berbobot sekitar 100 kilogram terjatuh hingga terkilir. Akibatnya, evakuasi yang dilakukan oleh relawan sampai membutuhkan bantuan dari 20 orang dan memakan waktu hingga 5 jam.
Salah satu relawan pos Candi Cetho, Eko, menyampaikan bahwa korban bernama Reza dikabarkan keseleo kaki usai terjatuh saat perjalanan turun dari pos 4 ke pos 3. Karena berat badannya, evakuasi dilakukan secara bertahap.
“Tadi dia keseleo karena jalurnya licin, dia jatuh. Cidera pas engkel, mata kaki bengkak. Berat badannya sekitar 100 kilogram jadi dia tidak bisa memaksakan,” terang Eko kepada awak media dikutip Kamis (30/1).
Eko menyebutkan bahwa Reza mendaki gunung di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu lewat pos Candi Cetho di Karanganyar, Jateng, pada Minggu (26/1). Dia mendaki bersama rombongan sebanyak 20 orang dari Jakarta.
Setelah menerima laporan mengenai adanya pendaki yang membutuhkan pertolongan, sebanyak 20 relawan dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LDMH) dengan sigap langsung diterjunkan untuk evaluasi. Namun, evakuasi terkendala jalur yang licin akibat cuaca.
Reza akhirnya dievakuasi menggunakan tandu oleh para relawan yang bergantian membawanya. Saat proses evakuasi berlangsung, Reza mengenakan mantel hujan.
“Kendala evakuasi, karena cuaca seperti ini (musim hujan), licin. Proses evakuasi mulai dari jam 11.30 WIB sampai bawah jam 16.30 WIB. Menandunya bergantian, kalau capek diganti, pokoknya yang menandu 4 orang bergantian,” jelas Eko.
Pada kesempatan yang sama, Eko juga menyampaikan bahwa selama musim liburan ini, relawan telah mengevakuasi empat pendaki lainnya karena masalah serupa.
Ia menambahkan bahwa jumlah pendaki Gunung Lawu via pos Candi Cetho mengalami lonjakan yang signifikan saat musim liburan. Selama liburan ini tercatat sudah ada sekitar tiga ribu pendaki yang naik ke puncak Gunung Lawu.
“Puncaknya pada Minggu (26/1) kemarin, ada sekitar 1400-an pendaki, padahal kalau akhir pekan normalnya 700-an pendaki. Di sini (jalur Cetho) memang jadi primadona karena di sini ada sabananya,” pungkas Eko. (vio/jay)
Editor : Jay Wijayanto