Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Misteri Kelam Pabrik Tekstil di Tanggulangin Sidoarjo: Jejak Industri Terbengkalai yang Menyimpan Rahasia

Jay Wijayanto • Kamis, 30 Januari 2025 | 13:55 WIB
Misteri bekas pabrik tekstil Tanggulangin Sidoarjo yang terbengkalai.
Misteri bekas pabrik tekstil Tanggulangin Sidoarjo yang terbengkalai.

RADAR SURABAYA - Di antara puing-puing industrialisasi Jawa Timur, terdapat sebuah kisah yang nyaris terlupakan - pabrik tekstil Tanggulangin di Sidoarjo. Dulu merupakan ikon kejayaan industri tekstil Indonesia di era 1980-an, kini tinggal kenangan dan misteri yang membelit sejarah kebanggaan ekonomi nasional.

Bangunan bersejarah pabrik tekstil Tanggulangin terletak pada titik koordinat yang sangat strategis, tepatnya di Jalan Raya Tanggulangin, sebuah jalur penghubung vital antara dua kota besar, Surabaya dan Malang.

Lokasi presisi bangunan berada di sebelah selatan Pasar Ngaban Tanggulangin, sebuah posisi yang memiliki nilai historis dan ekonomis yang signifikan.

Bangunan bersejarah yang kini terbengkalai ini menyimpan rentetan kisah kompleks yang bermula jauh sebelum era kemerdekaan Indonesia.

Pada mulanya, struktur megah ini adalah bagian dari imperium bisnis legendaris milik Oei Tiong Ham, seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang tercatat dalam sejarah ekonomi Hindia Belanda.

Oei Tiong Ham bukanlah sekadar pengusaha biasa. Pada masanya, ia dijuluki "Raja Gula" dan dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia. Kekuasaan ekonominya membentang dari perkebunan tebu hingga jaringan perdagangan yang mencakup wilayah nusantara.

Pada tahun 1835, bangunan ini pertama kali beroperasi sebagai pabrik gula di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Selama periode tersebut, ia tercatat sebagai salah satu pabrik gula terbesar dan tersukses di Pulau Jawa, menjadi simbol kemakmuran sekaligus eksploitasi kolonial.

Pasca kemerdekaan Indonesia, bangunan bersejarah ini mengalami transformasi signifikan. Dari sekadar pabrik gula, ia beralih fungsi menjadi pabrik tekstil yang menjanjikan, seiring dengan semangat industrialisasi nasional pada dekade 1960-an dan 1970-an.

Namun, takdir berbicara lain. Pada penghujung abad ke-20, tepatnya tahun 1998, Indonesia dilanda krisis moneter yang membawa dampak destruktif pada seluruh sektor ekonomi. Pabrik tekstil Tanggulangin, yang semula menjadi andalan industri daerah, tidak luput dari imbas krisis tersebut.

Pada tahun 1999, setelah bertahan selama puluhan tahun, pabrik tekstil ini resmi dinyatakan pailit. Ratusan mesin produksi terhenti, ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian, dan bangunan megah itu pun mulai ditinggalkan.

Bangunan tua pabrik tekstil Tanggulangin tidak sekadar menyimpan kenangan sejarah, melainkan juga memelihara sejumlah kisah mistis yang membuat bulu kuduk merinding. Setelah bertahun-tahun ditinggalkan, struktur megah ini seolah menyimpan rahasia kelam dari masa kolonial yang tak pernah benar-benar pergi.

Warga sekitar kerap mendengungkan cerita tentang penampakan seorang perempuan Belanda berkebaya putih.

Sosok misterius ini kerap terlihat duduk dengan anggun di salah satu sudut bangunan, seolah masih hidup di antara kenangan masa lalu.

Beberapa saksi mata mendeskripsikan penampakan tersebut begitu nyata, seakan mampu menghadirkan ulang sepenggal kisah kolonial yang terlupakan.

Beberapa kejadian misterius yang terjadi di Pabrik Tekstil Tanggulangin ini salah satunya penampakan ular raksasa. Beberapa orang mengaku melihat seekor ular berukuran sangat besar berkeliaran diantara puing-puing bangunan, menciptakan atmosfer mencekam.

Tak jarang terdengar cerita tentang keramaian tak kasat mata. Suara samar-samar seolah tengah mendengar pesta, namun ketika diselidiki, bangunan tampak sepi dan gelap

Bangunan tersebut menjadi saksi bisu perjalanan sejarah ekonomi Indonesia. Dari kejayaan imperium gula Oei Tiong Ham, melalui era industrialisasi nasional, hingga keruntuhan di tengah gempuran krisis ekonomi global.

Setiap sudut, setiap retak dinding, dan setiap mesin berkarat menceritakan kisah pergulatan ekonomi, pergantian zaman, dan ketangguhan bangsa dalam meBaca Juga: Alas Ketonggo Ngawi, Hutan Mistis dengan Sejuta Kisah Mencekam

Meskipun telah lama mati, pabrik tekstil Tanggulangin menyimpan pelajaran berharga tentang dinamika industrialisasi Indonesia. Kisah ini mengingatkan akan pentingnya proteksi industri dalam negeri, inovasi berkelanjutan, serta keberpihakan pada pelaku ekonomi lokal.

Kini, bekas lokasi pabrik tekstil tersebar di wilayah Tanggulangin, sebagian telah berubah fungsi menjadi permukiman atau lahan kosong. Namun jejak sejarah industri itu masih terasa, menunggu untuk diceritakan kembali. (ask/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#tanggulangin sidoarjo #industrialisasi #misteri #pabrik tekstil