Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Alas Ketonggo Ngawi, Hutan Mistis dengan Sejuta Kisah Mencekam

Jay Wijayanto • Jumat, 24 Januari 2025 | 14:21 WIB
Misteri alas Ketonggo Ngawi yang dipercaya menjadi tempat pesugihan.
Misteri alas Ketonggo Ngawi yang dipercaya menjadi tempat pesugihan.

RADAR SURABAYA - Tersembunyi di antara hamparan hijau Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, terdapat sebuah hutan yang penuh misteri dan legenda yakni Alas Ketonggo.

Hutan seluas ratusan hektar ini bukan sekadar kawasan hijau biasa, melainkan sebuah tempat yang dipenuhi kisah-kisah mistis yang telah mengakar kuat dalam kepercayaan masyarakat setempat selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Hutan yang terletak di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi ini bukan hanya sekadar sebuah kawasan hijau, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang sangat mendalam, terutama terkait dengan Kerajaan Majapahit.

Hutan ini tidak hanya menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang sejarah kerajaan tersebut, namun juga merupakan tempat yang menyimpan berbagai warisan spiritual dan kepercayaan yang hingga kini masih dijaga dengan penuh hormat oleh masyarakat setempat.

Alas Ketonggo, nama hutan tersebut, dianggap sebagai pasangan spiritual dari Alas Purwa, yang terletak di sisi lain Pulau Jawa. Kedua hutan ini dipercaya memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam dan spiritual di Pulau Jawa.

Keberadaan Alas Ketonggo juga tidak lepas dari kaitannya dengan sejarah Kerajaan Majapahit, yang dimulai sejak masa-masa terakhir kejayaan kerajaan tersebut.

Ketika Majapahit mulai runtuh akibat serangan dari Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah, Prabu Brawijaya V, Raja terakhir Majapahit, melarikan diri dan mencari tempat persembunyian.

Hutan Alas Ketonggo menjadi salah satu tempat peristirahatan bagi Prabu Brawijaya V sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gunung Lawu.

Selama di hutan ini, beliau diyakini merenung dan mencari kedamaian batin, sementara persiapan untuk melanjutkan perjalanan spiritual ke Gunung Lawu sudah dipikirkan.

Gunung Lawu sendiri menjadi tempat yang sakral dalam kepercayaan masyarakat Jawa, dan menurut cerita, Prabu Brawijaya V akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya di sana dengan cara yang spiritual sebagai bentuk pemenuhan janji atau sumpah yang telah ia buat sebelumnya.

Kejadian ini menambah lapisan sejarah yang penuh misteri dan kekayaan nilai-nilai budaya yang mengelilingi tempat ini.

Kekuatan gaib yang sangat terasa di Alas Ketonggo Ngawi juga dialami oleh Suyono, seorang pengunjung asal Geneng, Ngawi.

Menurutnya, energi mistis yang kuat dapat dirasakan dengan jelas saat berada di tengah Sungai Tempur, atau yang sering disebut juga Sungai Tempuk.

Lokasi ini, yang berada di titik pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Ketonggo dan Sungai Cangmalang, diyakini menyimpan energi positif yang sangat kuat.

Suyono menjelaskan bahwa saat ia berendam di tengah sungai, ia merasakan kekuatan yang luar biasa.

Ia mengungkapkan bahwa di tempat tersebut ia berdoa untuk para leluhur yang pernah singgah di sana, dengan cara yang sesuai ajaran Islam.

Selain itu, ia juga memohon agar diberikan kesehatan dan keselamatan dalam hidupnya.

Lebih lanjut, Suyono menyampaikan bahwa ia sering mampir untuk mandi di sungai tersebut setiap kali pulang ke kampung halamannya setelah bekerja di Surabaya.

Ia merasakan bahwa setelah mandi di sana, rasa lelah dan capek yang ia rasakan langsung hilang.

Bahkan, benjolan kecil di bawah kiri tubuhnya yang sebelumnya mengganggu, hilang setelah ia berendam di sana. 

Suyono juga menambahkan bahwa lokasi tersebut dipercaya sebagai petilasan atau tempat singgah Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit, dalam perjalanan menuju puncak Gunung Lawu.

Berdasarkan cerita rakyat setempat, tempat ini memiliki kekuatan spiritual yang bukan hanya dirasakan oleh pengunjung, tetapi juga terkait erat dengan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya.

Dengan semua pengalaman dan keyakinannya, Suyono merasa bahwa tempat ini memang memiliki energi yang sangat kuat dan penuh misteri.

Kisah tentang pesugihan di Alas Ketonggo sudah menjadi bagian dari cerita yang lama dikenal oleh masyarakat setempat.

Hutan ini, dengan segala aura mistis yang menyelimutinya, sudah lama dipercaya sebagai tempat di mana seseorang dapat melakukan ritual untuk memperoleh kekayaan atau keuntungan secara cepat dan instan.

Banyak orang yang datang ke hutan ini dengan harapan agar hidup mereka berubah, terutama dalam hal materi, melalui bantuan kekuatan gaib yang diyakini ada di tempat tersebut.

Ritual pesugihan yang dilakukan di Alas Ketonggo umumnya melibatkan berbagai macam praktik yang berhubungan dengan dunia gaib, mulai dari meditasi mendalam hingga pemanggilan roh-roh yang dipercayai menghuni hutan tersebut.

Praktik-praktik ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh bantuan dari entitas gaib yang diyakini memiliki kekuatan untuk memberikan kekayaan atau keberuntungan secara cepat, meskipun dengan harga yang harus dibayar dengan cara tertentu, seperti pengorbanan atau janji yang harus dipenuhi oleh pelaku ritual.

Bagi sebagian orang, Alas Ketonggo dianggap sebagai tempat yang sakral dan penuh dengan energi spiritual yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan pribadi, terutama dalam hal kekayaan dan kesuksesan.

Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang rela melakukan perjalanan jauh untuk melakukan ritual pesugihan di sana.

Namun, meskipun banyak yang mempercayainya, tidak sedikit pula yang memandang ritual ini dengan skeptisisme, karena praktik-praktik tersebut sangat berhubungan dengan hal-hal yang bersifat mistis dan sulit dipahami dengan logika biasa.

Ritual pesugihan di Alas Ketonggo, meskipun sudah ada sejak lama, tetap menjadi topik yang kontroversial. Beberapa orang menganggapnya sebagai jalan pintas untuk meraih kekayaan, sementara yang lain melihatnya sebagai praktek yang berbahaya dan penuh dengan risiko.

Namun, apapun pandangan yang ada, kisah pesugihan di Alas Ketonggo terus berkembang dan tetap menarik perhatian banyak orang, baik yang mempercayainya maupun yang hanya sekadar penasaran dengan fenomena mistis yang melingkupi hutan ini. (ask/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#pesugihan #Prabu Brawijaya V #legenda #hutan #misterius #Alas Ketonggo #ngawi