Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kejadian Mistis di Balik Relokasi Makam di Blitar, Diwarnai Suara Tangis hingga Rentetan Kejadian Ganjil

Jay Wijayanto • Sabtu, 18 Januari 2025 | 00:01 WIB
Kompilasi tangkapan layar pemindahan makam warga di TPU Desa Bambang, Kesamben, Blitar.
Kompilasi tangkapan layar pemindahan makam warga di TPU Desa Bambang, Kesamben, Blitar.

RADAR SURABAYA - Proses relokasi 486 makam di TPU Dusun Bambang, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, mencuri perhatian publik lantaran diwarnai sederet kisah mistis yang dialami petugas.

Hal itu diungkapkan Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Hakim Catur Yulianto. Pihaknya mengkonfirmasi bahwa hal mistis itu dialami oleh petugas kelompok masyarakat (pokmas) yang mengurus pemindahan makam.

“Mereka merasa merinding usai bertugas di makam, dan saat hendak pulang, mereka mendengar suara seseorang yang menangis,” jelasnya dikutip Jumat (17/1).

Menurut cerita yang beredar, TPU itu memang terkenal angker dari dulu. Banyak warga setempat yang mengaku sering mendengar suara-suara aneh saat malam hari, seperti suara tangisan, langkah kaki tanpa wujud, hingga penampakan sosok misterius yang muncul di sekitar makam.

"Iya memang di situ disebut angker. Ada beberapa cerita (mistis) yang kami dengar juga selama di sana," imbuhnya.

Hakim mengaku melihat secara langsung kejadian ganjil tersebut saat berada di area relokasi pemakaman.

Pertama, insiden petugas yang tak sadar mengelilingi pohon beberapa kali. Seorang petugas diketahui mengelilingi pohon sebanyak enam kali tanpa sadar setelah memindahkan jenazah.

Meskipun terlihat normal, tetapi petugas itu tak sadar atas apa yang ia lakukan ketika ditanya rekan-rekannya.

Lebih lanjut, terdengar suara tangisan di malam hari. Juru kunci di makam tersebut menyebut telah mendengar suara tangisan di malam hari. Menurutnya, suara tersebut seperti berasal dari seseorang yang meminta dipindahkan ke tempat yang lebih layak.

Kemudian, ketika petugas hendak pulang di sore harinya, mereka tiba-tiba mendengar suara tangis yang berasal dari sepetak tanah kosong. Ketika berhasil digali, ditemukan sesosok jenazah tidak dikenali.

Menurut keterangan Hakim, hal ini disebabkan banyak korban pembunuhan misterius maupun ODGJ yang dikubur di area TPU. Selain itu, tidak sedikit korban kecelakaan tanpa identitas dimakamkan tak layak di tempat tersebut. Mereka dikuburkan begitu saja tanpa penanda makam.

Adapun relokasi makam di TPU Dusun Bambang dilakukan sebagai bagian dari proyek pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Proyek tersebut mencakup pembangunan empat jembatan layang di jalur Brongkos-Karangkates yang selama ini dikenal sebagai lokasi rawan kecelakaan.

Dengan meluruskan jalur ini, diharapkan dapat meminimalisasi risiko kecelakaan dan memudahkan akses transportasi.

Agar proyek ini dapat terlaksana, area TPU lama yang terkena dampak pembangunan perlu direlokasi ke lokasi baru yang telah disepakati oleh warga dan ahli waris, yaitu sekitar 100 meter ke arah selatan sejak 4 Januari 2025.

Ahli waris masing-masing menerima kompensasi sebesar Rp 1 juta untuk setiap makam yang dipindahkan. (feb/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#desa siraman #blitar #Kecamatan Kesamben #suara tangisan #pemindahan makam