Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

9 Juta Wisatawan Diprediksi Serbu Jatim saat Libur Nataru

Mus Purmadani • Rabu, 25 Desember 2024 | 02:46 WIB

 

WISATA ALAM: Bromo menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi jujukan wisatawan di Jatim.
WISATA ALAM: Bromo menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi jujukan wisatawan di Jatim.
RADAR SURABAYA – Jawa Timur (Jatim) diperkirakan masih menjadi jujukan wisatawan untuk menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pada libur Nataru tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Jatim mencapai 8,7 juta. Tahun ini jumlahnya diprediksi bertambah.

"Diperkirakan akan ada 9 juta wisatawan yang berkunjung ke wilayah Jatim," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Evy Afianasari.

Tujuannya beragam, seperti Jatim Park, Bromo, Kawah Ijen, Telaga Sarangan dan Kebun Binatang Surabaya. Puncak liburan terjadi pada 25 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025.

Disbudpar Jatim juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan pada seluruh bupati/wali kota dan pengelola wisata agar siaga terhadap lonjakan pengunjung pada libur Nataru.

Selain menghitung kapasitas tempat rekreasi, pengelola juga wajib berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk keamanan dan kelancaran akses wisata.

SE tersebut dikeluarkan berdasarkan Kementerian Perhubungan yang memaparkan hasil survei pergerakan Nataru 2024/2025, yang memprediksi jumlah mobilitas penduduk mencapai 110,67 juta pergerakan.

Kemudian, jumlah penumpang di terminal diprediksi sebanyak 2,5 juta, penyeberangan 1,6 juta, di stasiun 6,8 juta, di pelabuhan 1,3 juta, serta di bandara 8,2 juta.

Diketahui, Jatim jadi salah satu tujuan favorit rekreasi pada libur Nataru.

"Pengelola objek wisata juga wajib memantau cuaca. Kami meminta semunya mewaspadai cuaca ekstrem. Sebab bencana bisa terjadi kapan pun. Saat ini, sebagian wilayah Jatim memang dilanda bencana. Tidak saja banjir. Ada angin kencang dan longsor. Yang perlu diketahui, setiap pengelola juga harus menyiapkan jalur evakuasi," imbuhnya.

Evy mengaku sudah melakukan pengecekan kesiapan. Bahkan menurutnya sejumlah destinasi wisata dicek kesiapannya.

"Salah satu yang disoroti yakni keberadaan wahana anak. Pengelola wisata wajib melakukan pengecekan agar tak terjadi insiden yang merugikan," tegasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melakukan wisata pada libur Nataru. Dia mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan cuaca. 

"BMKG sudah bekerja sama dengan lokasi wisata untuk memetakan mana saja yang berpotensi rawan bencana. Kami berharap masyarakat tidak memaksakan kehendak misal ke destinasi wisata yang diinginkan, libur kali panjang, masyarakat bisa memilih destinasi wisata lain sembari melihat kondisi cuaca," katanya. 

Menurutnya, Jawa Timur saat ini terdampak bencana hidrometeorologi basah. Hal itu diakibatkan musim hujan yang terlambat dari Oktober menjadi Desember.

Bencana hidrometeorologi basah adalah bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat adanya cuaca ekstrem, seperti curah hujan yang sangat lebat melebihi normalnya. "Otomatis intensitas hujan akan semakin tinggi," katanya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#wisatawan #surabaya #kawah ijen #bromo #Jawa Timur #libur nataru