Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahasiswa FISIP UNEJ Tewas Bunuh Diri Lompat dari Lantai 8 Kampus, Tulis Status WA: Selamat Tinggal

Jay Wijayanto • Rabu, 25 Desember 2024 | 02:39 WIB
Status WhatsApp mahasiswa UNEJ sebelum bunuh diri lompat dari lantai 8 kampus.
Status WhatsApp mahasiswa UNEJ sebelum bunuh diri lompat dari lantai 8 kampus.

RADAR SURABAYA – Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai 8 Gedung Center for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH). Peristiwa ini terjadi pada Senin (23/12) petang, sekitar pukul 17.51 WIB.

Korban berinisial DN, mahasiswa semester 3 Prodi Sosiologi asal Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terlihat mondar-mandir di lantai 7 sebelum akhirnya naik ke lantai 8 gedung.

Tak lama sebelum kejadian, korban sempat memperbarui status WhatsApp (WA) dengan pesan singkat bertuliskan “Selamat tinggal.” Dua menit setelah mengunggah status tersebut, korban diduga melompat dari lantai 8.  

Wakil Ketua Tim Kerja Humas UNEJ, Iim Fahmi Ilman, menjelaskan bahwa kejadian ini awalnya diketahui oleh warga yang sedang berolahraga di sekitar tempat kejadian. Warga tersebut berteriak dan memberitahu satpam yang sedang bertugas saat itu.

“Dari informasi yang diberikan satpam dan petugas layanan kelas, jadi sekitar jam 5 menjelang magrib itu mendengar orang berteriak. Mereka yang berolahraga menemukan seseorang tertelungkup di halaman gedung C-RiSSH dan berteriak,” ujar Fahmi.  

Ridwan, yang merupakan satpam UNEJ, menuturkan bahwa dirinya dipanggil warga karena mendengar suara benda jatuh. 

“Setelah dipastikan, ternyata mahasiswa,” katanya. 

Satpam bersama petugas layanan kelas segera menghampiri korban dan menghubungi ambulans. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr Soebandi. Kejadian tersebut juga langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Polisi segera tiba di lokasi setelah laporan diterima. Untuk keperluan penyelidikan, kawasan Gedung C-RiSSH langsung dipasangi garis polisi.

Berdasarkan hasil awal penyelidikan, akses tangga ke lantai 8 gedung tersebut sudah ditutup setelah jam kerja. Oleh karena itu, diduga korban menggunakan lift untuk mencapai lantai tertinggi.  

Fahmi menjelaskan bahwa meskipun masa perkuliahan sedang libur, Gedung C-RiSSH tetap dibuka untuk kegiatan penelitian dan kajian dosen hingga pukul 21.00 malam.

Baca Juga: Tragedi Bunuh Diri Mahasiswi Surabaya, Psikolog: Gen Z Lebih Mudah Depresi

"Berdasarkan keterangan satpam dan petugas layanan kelas, saat ini sudah masa liburan. Jadi, tidak ada perkuliahan sama sekali. Namun, selain digunakan untuk perkuliahan, gedung ini juga digunakan untuk kegiatan dosen. Jadi, ada pusat penelitian ada pusat-pusat kajian. Jadi, untuk sehari-harinya masih dibuka hingga pukul sembilan malam," jelasnya.

Diduga kemungkinan besar mahasiswa itu naik menggunakan lift, karena akses tangga sudah ditutup. Namun, tak ingin berspekulasi lebih jauh, pihaknya hanya bisa menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari Polsek Sumbersari.

“Ini yang masih kami dalami mengapa kemudian sampai terjadi ini. Saya tidak berani berspekulasi, penyebabnya apa kami tunggu hasil penyelidikan dari Polsek Sumbersari,” ungkapnya. 

Di sisi lain, kejadian ini tentu membuat teman-teman korban terpukul, terutama setelah mengetahui pesan terakhir yang ditulisnya di WhatsApp. 

“Statusnya tulisan ‘Selamat Tinggal’, nggak tahu itu ditujukan ke siapa, tapi seperti pamit gitu,” ujar SR, salah seorang teman dekat korban.  

Menurut SR, beberapa waktu terakhir korban menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya. Ia menyebutkan bahwa korban tampaknya tengah mengalami tekanan hidup dan masalah kesehatan mental seperti panic attack. Sehingga dapat memicu melakukan tindakan nekat tersebut.

"Dia seperti kena panic attack sehingga melakukan itu," imbuhnya.

Hingga saat ini, pihak UNEJ masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri lebih lanjut penyebab kejadian ini.

PERINGATAN: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Jika Anda memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, jangan ragu bercerita, konsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Terlebih apabila pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri.

Untuk konsultasi, Anda dapat menghubungi nomor Hotline Rumah Sakit Jiwa Menur di 031502165. Atau mengakses layanan Healing119ID Kementerian Kesehatan di Call Center 119 atau 081380073120 (WhatsApp).

(aul/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#Fisip Unej #universitas jember #Bunuh Diri