Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dosen UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Tanam Bawang Merah TSS di Desa Ketindan Malang

Lainin Nadziroh • Rabu, 18 Desember 2024 | 21:49 WIB
Dr. Ir. Ida Retno Moeljani MP saat memberikan penyuluhan bawang ke warga.
Dr. Ir. Ida Retno Moeljani MP saat memberikan penyuluhan bawang ke warga.

RADAR SURABAYA - Harga sayuran dan bawang merah yang tidak stabil menjadi keluhan ibu-ibu di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Hal ini membuat tim dosen dari UPN Veteran Jawa Timur ingin mendampingi para ibu di wilayah itu untuk menanggulangi masalah tersebut.

Salah satunya dengan cara mengenalkan penanaman bawang merah dengan bahan tanam biji true shallot seed (TSS).

Dosen UPN Veteran Jawa Timur yang terlibat dalam program ini adalah Dr. Ir. Ida Retno Moeljani MP dari Prodi Agroteknologi. Dia dibantu oleh beberapa dosen muda, yaitu Agus S, Careca, Putri, Oentari, Aleen, serta beberapa mahasiswa lain di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

“Dengan penanaman biji TSS ini, diharapkan hasilnya lebih bagus,” kata Dr. Ir. Ida Retno Moeljani MP yang juga Ketua Program.

Program bertema “Implementasi Teknologi Penanaman Bawang Merah Biji (TSS) Terkoneksi Sensor Pintar di Kelurahan Ketindan Lawang Malang” ini menggunakan alternatif teknologi yang potensial untuk dikembangkan dalam upaya mengatasi perbenihan hortikultura di Indonesia.

Penyuluhan tentang jamur.
Penyuluhan tentang jamur.

Dengan pengembangan TSS akan mempermudah ibu rumah tangga untuk membudidayakan sayuran atau pun jamur.

Salah satu cara agar dapat memproduksi TSS dengan memperbanyak pengetahuan bagi masyarakat setempat untuk dapat memulai menanam tanaman dengan teknologi IoT yaitu penyiraman dan pemupukan secara otomatis melalui sensor pintar.

Menurut Retno, dalam kegiatan ini, banyak hal yang dilakukan. Di antaranya sosialisasi kepada kelompok tani, penyuluhan dan pelatihan, diskusi dan evaluasi.

Untuk materi pelatihan terdiri dari teknik memproduksi TSS dengan teknologi otomatisasi berbasis Internet of Thing (IoT)dengan menggunakan smart censor. Budidaya jamur untuk peluang usaha serta hidroponik sayuran untuk keluarga.

Pada sistem hidroponik terdapat tiga buah tandon yang berisikan tandon hidroponik, tandon nutrisi dan tandon air bersih.

“Dengan sistem ini, maka penyiraman dan pengaturan kelembaban di lingkungan penanaman bawang merah batu ijo ini, diharapkan mampu berbunga hingga 70 persen,” kata Ida.

Hidroponik sayuran kini jadi salah satu teknik tanam yang jadi favorit emak-emak di kota.
Hidroponik sayuran kini jadi salah satu teknik tanam yang jadi favorit emak-emak di kota.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, para ibu rumah tangga telah membudidayakan bawang merah menggunakan umbi sebagai benih. Teknologi perbanyakan bawang merah menggunakan biji atau true shallot seeds (TSS) yang lebih efektif dan efisien mempermudah ibu ibu untuk membudidayakan karena beberapa keuntungan dari TSS.

Diharapkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dapat meningkatkan produksi dan berpotensi menghasilkan keuntungan. Realisasi kegiatan ini didukung oleh kerja sama dalam penyediaan sarana dan prasarana dari kedua belah pihak. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 bulan mulai bulan Juni 2024 hingga November 2024. (nin/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#bawang merah #harga sayuran #kabupaten malang #UPN Veteran Jawa Timur