RADAR SURABAYA – Warga Dusun Kacangan, Desa/Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, menjadi geger usai janin 9 bulan di perut Sunarti, 39, hilang secara misterius. Hilangnya janin tersebut terjadi pada Selasa (10/12) lalu bertepatan dengan hari perkiraan kelahiran (HPL) Sunarti.
Menurut keterangan dari kakak ipar Sunarti, Boyadi, kronologi kejadian bermula ketika Sunarti dan keluarga bersiap-siap pergi ke bidan untuk melahirkan.
Namun, mereka digegerkan dengan perut Sunarti yang tiba-tiba kempes dalam semalam. Sementara tidak ada tanda-tanda janin telah dilahirkan maupun darah yang bercecer.]
“Darah setetes tidak ada, tapi tau-tau perutnya sudah kosong, dan ibunya lemas,’’ ujar Boyadi.
Pihak keluarga pun membawa Sunarti ke bidan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) tidak tampak tanda-tanda janin beserta ari-arinya.
Warga sekitar tentu ikut terkejut dan heran akan peristiwa yang dialami oleh Sunarti. Pasalnya mereka bersaksi melihat sendiri perubahan perut Sunarti yang menjadi buncit sembilan bulan terakhir.
“Semua warga kaget, tidak percaya kalau janinnya tiba-tiba hilang, tapi dulu waktu hamil dan sekarang sudah beda lagi fisiknya,” terang salah satu tetangga, Setyo Utomo.
Kapolsek Sawoo AKP Joko Suseno menerangkan bahwa Sunarti tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas untuk mencari tahu penyebab hilangnya kehamilannya secara medis.
Namun selama pemeriksaan didapati tidak ada tanda-tanda bekas persalinan. Pihak keluarga juga tidak dapat membuktikan hasil pemeriksaan bidan atau pun hasil USG kehamilan.
“Dari keterangan suami memang tidak pernah mendampingi waktu periksa ke bidan, hanya dapat kabar kalau istrinya hamil dan sudah periksa,’’ ujar Joko Susono.
Saat ini pihak puskesmas tengah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Sunarti yang kondisinya menjadi lemas. Mereka juga melakukan USG untuk memastikan kembali apakah Sunarti benar-benar hamil sebelumnya. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto