RADAR SURABAYA – Sebuah angkringan yang bertempat di selatan simpang tiga exit Tol Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, diserang oleh puluhan pemuda tak dikenal pada Rabu (4/12) dinihari pukul 01.54. Pelaku juga membawa kabur uang tunai total Rp900 ribu, HP, tas, dan motor milik korban.
Kejadian ini terekam oleh kamera CCTV dan tersebar di media sosial. Dalam video rekaman CCTV, terlihat dua korban sedang asyik duduk di angkringan. Tiba-tiba sekelompok pemuda datang dan melakukan kekerasan kepada salah satu korban yang tidak berhasil melarikan diri.
Menurut keterangan, saat itu di Tempat Kejadian Prakara (TKP) terdapat tiga korban yaitu Anggi, 19, Rizky, 21, dan Rifki, 20. Ketiganya berteman dan merupakan warga Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Anggi dan Rizky merupakan pemilik angkringan, sementara Rifki merupakan pembeli.
Angkringan tersebut buka setiap hari setelah Maghrib atau Isya di teras ruko ekspedisi J&T di tepi jalan nasional jurusan Surabaya-Malang. Sebelum kejadian penyerangan dan perampokan, mereka berniat akan menutup angkringan.
“Pas kejadian itu, sebenarnya angkringannya mau tutup. Karena sudah jelang pukul 02.00. Selain ada saya dan Rizky, juga ada Rifki,” kata Anggi.
Mereka mengaku tidak mengenal dan memiliki masalah dengan sekelompok pemuda tersebut. Angkringan mereka juga telah buka selama sebulan terakhir tanpa ada masalah. Peristiwa penyerangan dan perampokan itu baru mereka alami.
Tiba-tiba sekelompok pemuda datang mengendarai motor dengan berboncengan 2 hingga 3 orang. Saat kejadian, pemuda yang berada di boncengan turun menghampiri angkringan, sementara pemuda yang mengendarai motor menunggu di seberang jalan.
Belasan pemuda tersebut berlari menghampiri angkringan. Anggi dan Rizky yang melihatnya lantas segera melarikan diri, sementara Rifki yang masih bertahan di angkringan berakhir menjadi sasaran penyerangan.
Belasan pemuda menyerang Rifki dengan senjata yang mereka bawa seperti helm, pentungan, maupun tangan kosong. Rifki tidak bisa melakukan perlawanan karena kalah jumlah, sehingga pemuda itu hanya berusaha menangkisnya.
“Karena saya bertahan di angkringan, langsung menjadi sasaran pengeroyokan belasan pemuda itu. Saya dipukuli dengan helm dan tangan kosong. Saya hanya bisa menangkis hingga punggung saya sakit semua,” tutur Rifki.
Tidak hanya mengeroyok Rifki, sekelompok pemuda itu juga mengambil HP dan tasnya yang berisi dompet, KTP, kartu ATM, dan uang tunai Rp500 ribu. Mereka juga membawa kabur motor Honda Scoopy nomor polisi N 2303 TDI milik Anggi yang terparkir di dekat angkringan serta uang hasil penjualan di laci Rp400 ribu.
“Mereka juga mengambil uang hasil penjualan di laci. Seingat saya jumlahnya sekitar Rp 400 ribu,” lanjutnya.
Penyerangan itu juga mengakibatkan rombong angkringan rusak beserta meja dan kursi kayu di tempat itu.
Menurut keterangan Rizky, kejadian pengeroyokan terjadi secara cepat. Mereka juga tidak mengetahui penyebabnya, tetapi ketika datang sekelompok pemuda itu berteriak “Kon Arema. Kon Arema”.
“Kejadiannya cepat, hanya sekitar satu menit. Saat datang mereka sempat bilang suporter asal Malang. Padahal bukan. Saya dan Anggi langsung kabur, tinggal Rifki yang ada di lokasi,” tandasnya.
Pagi harinya pukul 08.30 WIB, ketiga korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Purwodadi dengan didampingi kasun setempat. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP pada pagi harinya dan mengumpulkan sejumlah petunjuk di TKP dan sekitarnya seperti rekaman CCTV.
Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra mengatakan bahwa terduga pelaku sudah teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam rawan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
"Polsek Purwodadi dengan dukungan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Pasuruan telah berhasil mengidentifikasi terduga pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan bukti dokumentasi lainnya yang telah kami peroleh," jelas Teddy. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto