RADAR SURABAYA – Polisi mendalami kejadian nahas yang menimpa satu keluarga di Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Kamis (5/12).
Kepala keluarga, Agus Komarudin, 38, istrinya, Kristina, 34, dan anak sulung, Christian Agusta Wiratmaja Putra, 12, ditemukan tewas di rumah mereka. Sementara anak bungsu, Samuel Putra Yordaniel, 10, ditemukan dalam kondisi kritis di kamar dan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Jasad Agus dan istrinya ditemukan terkapar di lantai dapur rumah. Sedangkan jasad putra sulungnya berada di ruang tengah. Selain itu, mobil Toyota Avanza putih milik Agus diketahui hilang yang mengindikasikan bahwa kejadian tersebut diduga adalah tindakan perampokan dan pembunuhan.
“Menurut keterangan dokter dan tim inafis Polres Kediri, ketiga korban yang meninggal dunia diduga dibunuh,” terang Kapolsek Ngancar, AKP Chardi Kukuh. Ia menambahkan bahwa saat ini kasus tersebut sedang diselidiki oleh Polres Kediri dan Polsek Ngancar.
Agus Komarudin diketahui adalah seorang guru di SDN Babadan I di Kediri. Sementara, istrinya adalah seorang guru pegawai negeri sipil (PNS) di Batangsaren, Kabupaten Tulungagung.
Pembunuhan ini diketahui dari keterangan rekan korban di SDN Babatan I yang sekaligus saksi mata karena korban tidak masuk mengajar tanpa ada keterangan. Hal ini membuat saksi mendatangi rumah korban.
Karena tak ada respons saat pintu rumah diketuk, saksi menghubungi kerabat korban. Kejadian tersebut baru diketahui ketika saksi bersama kerabat korban melihat ada ceceran darah di kasur saat mencoba mengakses melalui jendela rumah.
Dari sela lubang jendela, terlihat jasad korban pasutri tergeletak di lantai dapur. Saksi pun langsung menghubungi polisi untuk mengevakuasi jasad korban.
Satu warga desa pun juga tak ada yang menyangka kejadian tersebut. “Kami tidak menyangka sampai terjadi peristiwa seperti ini,” kata Kepala Desa Pandantoyo Dina Istanti, Kamis (5/12).
Menurut Dina, saat ini phak kepolisian telah memasang police line dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut. (ken/jay)
Editor : Jay Wijayanto