RADAR SURABAYA – Tren guru yang mengisi konten hiburan di media sosial (sosmed) memang menjadi perhatian tersendiri.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Aries Agung Paewai menilai seharusnya dengan berkembangnya teknologi digital dan arus sosial media guru sebaiknya memanfaatkannya dengan mengisi konten pembelajaran.
“Saya berharap begini, saat ini memang dunianya sudah digitalisasi namun sudah seharusnya tidak mengenyampingkan bagaimana cara kita memberikan pendidikan untuk anak-anak kita. Harus ada human touch," terangnya usai penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk 450 guru dan tenaga kependidikan (tendik) di Jawa Timur pada Hari Guru Nasional (HGN), Senin (25/11).
"Harus ada bagaimana tatap muka dengan anak, bagaimana memberikan ilmu secara face to face dengan cara itu akan terlihat bagaimana sejatinya guru,” imbuhnya.
Sebab, menurutnya, masyarakat akan menilai penggunaan sosial media dengan penyampaian pembelajaran secara langsung yang akan menimbulkan persepsi berbeda, bisa negatif dan positif.
Aries menambahkan, jika sosial media digunakan dengan bijak, akan menjadi bagian dari pembelajaran positif. Tapi jika hanya untuk mempromosikan dirinya ini akan dinilai secara negatif.
“Artinya jika guru lebih sibuk dengan medsos dibanding mengajar. Ini penting bagi kita agar mengevaluasinya. Makanya kita membuat program Gempita agar bakat guru bisa disalurkan. Tapi tidak dicampur adukkan antara profesinya dengan kehidupan pribadi,” jelasnya.
Aries juga mengajak para guru untuk merefleksikan kembali peran, tugas dan tanggung jawab sebagai guru dan tenaga pendidik.
“Untuk para guru harus punya semangat juang dan jangan pernah lelah untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak baik untuk kecerdasan maupun akhlaknya dan adab para siswa,” jelasnya.
Aries mengatakan, komitmen Dispendik untuk melindungi guru terkait kekerasan yang kerap melibatkan guru.
Hal ini, lanjut Aries, diperkuat dengan komitmen PGRI yang akan melakukan pembahasan undang-undang perlindungan guru.
“Kita berharap dengan itu guru semakin memberikan dampak yang positif terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Tanpa adanya itu, saya khawatir akan ada banyak hal-hal yang menjadi kemunduran motivasi guru untuk terus memberikan pengabdian di bidang pendidikan,” jelasnya.
Diketahui Dinas Pendidikan Jawa Timur menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk 450 guru dan tendik di Jawa Timur tepat di Hari Guru Nasional (HGN).
Penghargaan ini diberikan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan guru dan tendik dalam melaksanakan tugasnya dengan masa pengabdian 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun di bidang pendidikan. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari