RADAR SURABAYA – Pasien yang datang ke rumah sakit yang ada di Jawa Timur saat ini didominasi oleh tiga jenis penyakit. Yakni penyakit keganasan, penyakit metabolik, dan infeksi.
Oleh karena itu, menurutnya fokus perlu bergeser dari kuratif ke preventif.
“Yakni dengan pola hidup sehat, termasuk gerak, screening kesehatan, lingkungan sehat, dan pola makan yang baik dan istirahat yang cukup,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Erwin Astha Triyono, Jumat (22/11).
Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat.
“Gerak itu artinya bareng-bareng, tapi juga mendorong kita untuk selalu bergerak menjaga kesehatan,” ujar Erwin.
Upaya preventif lainnya adalah sanitasi. Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono telah mewujudkan Jatim bebas open defecation free (ODF) atau Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tahun ini.
Pasalnya berdasarkan data Maret 2024, masih ada 664 desa yang BABS.
“BABS kalau tidak diperhatikan juga bisa mengakibatkan infeksi dan polio,” katanya.
Sementara itu, terkait pencegahan dan pengendalian penyakit, Pj Gubernur Adhy menyebut data BPJS Kesehatan menunjukkan pembiayaan kesehatan terbesar adalah untuk pengobatan atau kuratif.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan kembali pentingnya upaya promotif dan preventif melalui screening penyakit menular dan penyakit tidak menular secara rutin agar kesehatan masyarakat terpantau. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari