Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Respons Partai Demokrat Terkait Viral Anggota DPRD Bogor Candra Kusuma Dituduh Telantarkan Keluarga dan Selingkuh Selama 14 Tahun

Jay Wijayanto • Kamis, 7 November 2024 | 04:55 WIB
Unggahan surat pernyataan @nitaainir (kiri) dan foto anggota DPRD Kabupaten Bogor Candra Kusuma (kanan).
Unggahan surat pernyataan @nitaainir (kiri) dan foto anggota DPRD Kabupaten Bogor Candra Kusuma (kanan).

RADAR SURABAYA – Setelah cuitan mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang kaget mengetahui ayahnya telah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Demokrat dan sudah menikah lagi hingga punya 4 anak menjadi viral di media sosial, partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu langsung merespons.

Partai Demokrat sebagai partai pengusung Candra Kusuma, sang legislator yang dianggap menelantarkan 2 anak dan istrinya yang kini tinggal di Sidoarjo itu merespons kasus ini melalui unggahan Wasekjennya, Jansen Sitindaon, di akun X pribadi @jansen_jsp pada Selasa (5/11).

Dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, merespon informasi tersebut dan sudah bergerak cepat melakukan berbagai hal yang dipandang perlu.

Di antaranya:

1. Telah melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan (Candra Kusuma) terkait kebenaran info dimaksud. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan sedang dalam perjalanan ke Surabaya untuk menemui dan atau menyelesaikan urusan keluarganya.

Yang bersangkutan berkomitmen untuk menyelesaikan urusan keluarganya tersebut sesegera mungkin, dan akan segera melaporkan ke DPC setelah kepulangannya dari Surabaya.

2. Sambil menunggu yang bersangkutan kembali ke Bogor, DPC Kabupaten Bogor akan membentuk Dewan Etik pengurus selambat lambatnya dalam 3 (tiga) hari ke depan.

3. Dewan Etik akan segera melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi, fakta dan realitas yang terjadi sebenarnya.

4. DPC Demokrat Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya ketidaknyamanan di ruang publik, dan berharap semua bijak terlebih dahulu dalam menyikapinya, termasuk tidak men-judge terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

"Bagi kami, selalu ada penjelasan atas suatu persoalan, karena Tabayyun menjadi dasar kami DPC untuk mengambil punishment," bunyi pernyataan DPC Demokrat Kabupaten Bogor tersebut.

Sementara itu, mahasiswi Unesa pemilik akun @nitaainir yang membagikan pengalaman hidupnya ditinggal sang ayah menikah lagi dan menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor, kembali mengunggah perkembangan kasusnya itu, Rabu (6/11) malam.

Surat pernyataan mahasiswi unesa dengan akun X @nitaainir yang menyebutkan telah menyelesaikan masalahnya dengan ayahnya.
Surat pernyataan mahasiswi unesa dengan akun X @nitaainir yang menyebutkan telah menyelesaikan masalahnya dengan ayahnya.

Dia mengunggah surat pernyataan yang menyebutkan bahwa permasalahan telah diselesaikan secara tatap muka bersama sang ayah, Candra Kusuma, dan menyebutkan bahwa pihaknya telah puas dengan apa yang mereka butuhkan.

“Selamat malam semua. Saya selaku pemilik akun X @nitaainir sudah mendapat pertanggung jawaban dan titik terang. Kami dan keluarga besar sudah berbicara secara langsung. Dan sudah ada saksi serta perjanjian. Alhamdulillah kami sekeluarga berhasil menyelesaikannya dengan baik. Sudah ada perjanjian dari semua masalah yang ada. Kami sudah mendapatkan tanggung jawabnya. Terima kasih kepada Partai Demokrat yang sudah membantu saya menemukan titik terangnya. Hak kami sudah terpenuhi dengan baik. Ini menjadi pelajaran bagi saya dan keluarga, jika emosi berlebihan tidak baik sebelum mendapatkan penjelasan. Kami sudah berbicara dan puas dengan hasil yang didapatkan. Mohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan dan perasaan, semoga hari-hari kalian selalu baik. Terima kasih pertolongannya semua!” ungkap pemilik akun dalam surat keterangan tertulisnya.

Namun demikian, surat pernyataan tersebut mengundang pertanyaan di benak netizen apakah benar pemilik akun telah menyelesaikan permasalahan ini dengan baik.

Pasalnya, pernyataan dalam surat itu seolah menyiratkan bahwa pemilik akun menulis surat karena adanya paksaan.

“Aneh banget kalimat nya serius "ini menjadi pembelajaran bagi saya" . "Jika emosi berlebihan tidak baik". Siapa yang Gak emosi anjr klo bapaknya diem2 nikah lg, jarang pulang, ternyata orang kya, dan pura2 ga punya smartphone, pake hp jadull ???? SICKK GWS Candra,” tulis akun @flu***

“Kak beneran udah selesai secara baik-baik kan tanpa ada paksaan? Melihat isi suratnya kaya ada "sesuatu", harusnya yg di post itu permintamaafan bapakmu. Kesannya km buat surat ini hanya untuk menjaga nama baik bapakmu. Ya semoga hak km dan keluarga beneran terpenuhi,” tulis akun @Pem***

“Bener bener clear nder? jangan sampe ini cuman karena paksaan. dari suratnya agak janggal tapi apapun itu semangat ya sender jangan ngerasa bersalah ini ada hakmu dan keluarga apa yang kamu lakuin udah bener kalau gagini caranya ayahmu gakan tanggungjawab atau jujur dengan keluarga,” tulis akun @alz*** (sas/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#Candra Kusuma #partai demokrat #dprd kabupaten bogor #selingkuh #mahasiswi unesa