RADAR SURABAYA - Meski belum diketahui kapan jalan tol dari Surabaya ke Banyuwangi akan tersambung sepenuhnya.
Namun pemerintah melalui Jasa Marga memastikan bahwa pembangunan tol yang menuju arah ujung timur Jawa Timur (Jatim) terus berjalan. Fokusnya penuntasan di ruas Probolinggo - Besuki.
Perlu diketahui, pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) dibagi menjadi dua tahap.
Yakni tahap pertama Probolinggo - Besuki dan tahap kedua Besuki - Banyuwangi.
Khusus untuk tahap pertama prosesnya sudah mencapai 55,27 persen hingga akhir September.
Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi Adi Prasetyanto menjelaskan bahwa percepatan proyek bergantung pembebasan lahan.
Saat ini, pembebasan lahan untuk ruas Probolinggo-Besuki sudah mencapai 97,87 persen. “Fokusnya ke Probolinggo-Besuki dulu,” katanya, Kamis (17/10).
Adi mengatakan, pembangunan untuk ruas Probolinggo-Besuki dibagi lagi menjadi tiga paket.
Paket 1 (Gending-Kraksaan), Paket 2 (Kraksaan-Paiton) hingga Paket 3 (Paiton-Besuki).
Khusus untuk Gending-Kraksan yang panjangnya 12,88 kilometer ditargetkan selesai November tahun ini.
Adi tidak merinci kapan ruas Probolinggo-Besuki bisa dilewati. Namun secara target, pembangunan diharapkan tuntas akhir 2025.
Hal itu sangat mungkin terjadi sebab pembebasan lahan sudah mencapai lebih dari 90 persen.
Ruas Probolinggo-Besuki memiliki Panjang 49,68 kilometer. Ada tiga gerbang pada ruas tersebut. Jika Gending-Besuki rampung, nantinya dipastikan akan memangkas waktu tempuh.
Dari Probolinggo sampai Besuki yang sebelumnya sekitar 1 jam 15 menit menjadi hanya 30 menit dengan kecepatan rata-rata waktu tempuh berkendara 80-100 km per jam.
Tol Probowangi secara keseluruh dinilai cukup istimewa. Selain panjang, pembangunan akses transportasi juga memerlukan kerja keras. Ada lima makam yang harus dipindahkan.
Selain itu, Tol Probowangi melintasi zona merah kawasan Paiton. Ada aturan bagainya melaksanakan proyek di kawasan pembangkit listrik.
Untuk meratakan lahan tak bisa pakai dinamit. Dan harus manual. Selain itu, sebagian medan kontruksi Tol Probowangi juga area hutan. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari