Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Keracunan Massal di Badas Kediri, Ratusan Jamaah Majelis Syuban Dilarikan ke Rumah Sakit

Agung Nugroho • Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:02 WIB
CEMAS: Keluarga korban keracunan massal di Desa Krecek, Badas memadati RSKK. Mereka menanti keluarga yang masih dirawat di rumah sakit.
CEMAS: Keluarga korban keracunan massal di Desa Krecek, Badas memadati RSKK. Mereka menanti keluarga yang masih dirawat di rumah sakit.

RADAR SURABAYA- Kegiatan pengajian di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Selasa (1/10) yang diikuti ratusan Majelis Syuban terpaksa dihentikan, karena terjadi insiden keracunan massal.

Keracunan ini rupanya tidak hanya menimpa jamaah dewasa saja karena ada anak-anak hingga batita juga menjadi korban atas peristiwa yang menghebohkan warga tersebut.

Menurut Taufiq Dwi Kusuma, perwakilan Jamaah Syuban mengatakan jumlah korban yang usianya masih balita ada tujuh orang.

Para batita tersebut semuanya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK) di Kecamatan Pare.

Dikatakan, jumkah total jamaahnya yang masuk ke RSKK ada sebanyak 129 orang.

Sementara yang dirawat di IHC RS Toeloengredjo (HVA) Pare ada 26 orang.

Dari jumlah tersebut ada 10 orang yang harus opname. “Sembilan di RSKK dan satu di HVA,” ujar Taufiq kepada Jawa Pos Radar Kediri, Rabu (2/10) dini hari.

Taufik membantah informasi yang bekembang di media sosial yang menyebutkan peristiwa itu memakan korban jiwa. “Tidak ada yang meninggal dunia,” bantah Taufiq.

Namun, dia memastikan memang ada yang harus dirawat intensif di rumah sakit.

Atas kejadian tersebut, Taufiq mengaku jika Majelis Syuban akan bertanggung jawab atas jamaah yang kini masih dirawat.

Adapun untuk pemberian snack dan minum ketika acara bukan menjadi tanggung jawab Majelis Syuban.

Dia berharap polisi bisa mengusut kasus ini hingga tuntas. “Untuk kasusnya kami serahkan ke polisi untuk menanganinya,” ujar pria berkacamata itu.

Sebelumnya Taufiq menyebut bahwa yang bertanggung jawab adalah panitia lokal di acara tersebut.

Sebab, saat jamaah Majelis Syuban datang ke lokasi salawatan, ada orang yang membagikan snack dan minuman.

“Ada donatur yang menyumbang snack dan dibagikan ke jamaah sebelum sholawat dimulai pukul 20.00 atau 20.30,” ujarnya.

Dan akibat insiden tersebut kegiatan salawatan tersebut terpaksa dihetikan.

Taufiq berharap polisi bisa mengusut kasus tersebut. “Kami serahkan ke polisi untuk penanganan kasusnya,” lanjut Taufiq.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, tidak semua keluarga diperbolehkan masuk. Akibat kejadian itu, RSKK menjadi ramai. Keluarga menunggu korban yang dirawat RSKK di kantor bagian depan.(jprk/nug)

Editor : Agung Nugroho
#keracunan #keracunan massal #pengajian #kecamatan badas