RADAR SURABAYA- Warga Dusun Pasar, Desa Junjung Kecamatan Subergempol Tulungagung, Senin (23/9) geger karena keracunan massal.
Akibat dari kejadian tersebut satu orang warga desa meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan belasan lainnya ada yang mengalami mual, pusing, muntah hingga diare.
Kepala Desa Junjung, Hari Santoso mengatakan, setidaknya ada 12 warga mengalami keracunan massal usai makan nasi berkat acara kondangan.
Diceritakan, awalnya ada enam warga yang menghadiri kondangan di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (20/9).
Enam warga itu diberi 20 bungkus berkat untuk dibagikan ke setiap kerabatnya di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.
"Awalnya hanya enam orang yang hadir pada acara kondangan keluarga di Kabupaten Blitar itu. Sepulang dari acara hajatan, mereka diberi 20 bungkus berkat untuk dibagikan," jelasnya, Senin (23/9).
Setelah dibagikan warga pun mulai menyantap nasi berkat yang berisikan daging ayam dan sambal goreng hati tersebut, namun setelahnya warga mulai merasakan gejala keracunan pada Sabtu (21/9).
Diketahuim ada 12 warga mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan beberapa warga juga mengalami diare.
Belasan warga tersebut kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan setempat., tetapi n sayangnya, salah satu wanita yakni Tri Wahyuni dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (21/9) usai dirawat secara intensif.
"Korban Tri Wahyuni pada pukul 05.00 WIB kondisinya drop hingga pukul 10.00 WIB. Lansia tersebut mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan," ucapnya.
Atas kejadian ini, pihaknya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sumbergempol untuk menindaklanjuti laporan tersebut bersama Unit Inafis Polres Tulungagung.
Petugas kemudian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan para saksi.
"Tadi petugas melakukan olah TKP sekitar pukul 10.00 WIB dan mengamankan beberapa barang bukti, yakni beberapa bungkus berkat yang diduga menyebabkan keracunan," pungkasnya.
Kapolsek Sumbergempol AKP Tri Nuartiko mengatakan, pengambilan sampel makanan yang telah dimakan belasan warga tersebut langsung dilakukan oleh polisi bersama Unit Tim Inafis Polres Tulungagung, dan Puskesmas Bendilwungu.
Sempel makanan diuji laboratorium untuk memastikan penyebab warga mengalami keracunan.
Pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan pendataan serta memintai keterangan terhadap para korban yang mengalami keracunan.
Kini, korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan dan belum bisa dimintai keterangan oleh petugas meski sebagian sudah stabil.
"Masih ada lima pasien yang masih menjalani perawatan, yang lain rawat jalan, tetapi mereka masih belum bisa dimintai keterangan," tutupnya.(rtu/nug)
Editor : Agung Nugroho