RADAR SURABAYA-Mian, 50 warga Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar, Situbondo meregang nyawa.
Korban yang sehari-hari menjadi penjaga makam tersebut dibunuh secara sadis di lokasi makam di pinggi jalan pantura, Kecamatan Jangkar.
Keterangan saksi yang dihimpun Radar Situbondo, aksi pembunuhan tersebut sangat mengerikan.
Tersangka bernama Saiful (32) yang sudah dikenal pula oleh para saksi.
Saat tersangka memukul kepala korban menggunakan batu, warga sudah berteriak-teriak tetapi tidak ada yang berani melerainya.
“Mau melerai tidak berani melerai. Bahkan coba untuk melerai malah mau dihajar juga,” kata Sumadi, warga yang berada di sekitar lokasi.
Aksi pembunuhan dengan memukulkan batu ke bagian kepala korban tersebut dilakukan secara membabi buta.
Korban Mian juga tidak mampu melawan karena usianya yang sudah lanjut.
Tak puas dipukul Saiful juga menyeret-nyeret tubuh korban.
Akibatnya Mian pun tewas mengenaskan dengan luka di kepala.
Masih menurut Sumadi, begitu banyak orang yang datang ke lokasi kejadian tersangka Saiful yang diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa itu pun melarikan diri.
Menurut saksi, pertikaian korban diawali dari Saiful yang datang membawa bunga dan hendak masuk ke dalam komplek makam tapi dilarang oleh Mian.
“Akhirnya ya cekcok mulut dan adu fisik. Pak Mian kan sudah tua ya kalah sama Saipul,” tambahnya.
Kapolsek Jangkar AKP Agus Siswanto, mengaku sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Barang bukti yang diamankan diantaranya, yakni arit, dan dua batu yang diduga dibuat untuk menghantam bagian kepala korban.
“Sementara sudah kami pasang garis polisi agar tidak ada orang yang masuk sebelum proses penyelidikan selesai,” tegas Agus. (rs/nug)
Editor : Agung Nugroho