RADAR SURABAYA - Sebuah sumur bor yang berada di Dusun Koplong, Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep menghebohkan warga.
Pasalnya, air sumur tersebut disinyalir mengandung minyak.
Warna air sumur tersebut berwarna hitam dan saat disulut api menyala.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan pemerintah desa setempat lalu diteruskan ke Polres Sumenep.
Peristiwa tersebu bermula saat sumur bor yang berada di tanah milik M. Suhayu, 54, sedang mencari sumber air di tanah belakang rumahnya dengan kedalaman sekitar 65 meter.
Namun karena sumber air kecil, proses pengeboran dihentikan.
Lalu Suhayu mengecek kembali sumur bor keesokan harinya, Sabtu (31/8), dan menemukan air sekitar kedalaman tiga meter. Namun saat dicek, air tersebut berwarna hitam.
Menyikapi penemuan sumur tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meneliti air di lubang sumur bor di Desa Batang Batang Laok, Kecamatan Batang Batang, yang berbau menyengat dan seperti tercampur minyak tanah.
"Kami bersama staf sudah ke lokasi dan juga telah mengambil sampel air tersebut. Kami akan meminta bantuan kepada pihak terkait di Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meneliti kandungan airnya," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Dadang Dedy Iskandar di Sumenep, dikutip Selasa (3/9).
Dadang mengatakan, secara kasat mata kondisi air tersebut memang seperti tercampur minyak tanah dan berbau layaknya minyak tanah.
Temuan air itu harus diteliti oleh pihak yang berkompeten agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tim dari Dinas ESDM Jawa Timur dalam waktu dekat akan ke lokasi," kata Dadang.
Sementara itu, polisi telah memasang garis polisi di kawasan lubang sumur bor itu agar warga tak melakukan aktivitas apa pun di area tersebut. (ant/dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari